Kesuksesan itu keberuntungan atau kerja keras?

Written By Wawan Setiawan on Friday, March 30, 2012 | 1:50 PM

Friday, March 30, 2012

Masa depan itu misteri. Begitulah kata kebanyakan orang. Masa depan akan dicapai jika kita sudah menciptakan pencapaian-pencapaian tertentu yang terus berkelanjutan hingga menuju ke tingkat pencapaian yang paling tinggi yaitu kesuksesan. Ngomong-ngomong soal pencapaian ada beberapa orang yang menyikapinya dengan bermacam-macam pendapat. Disini saya akan mencoba menjelaskan dua tipe orang atau golongan yang memandang pencapaian atau kesuksesan seseorang. Golongan pertama, menganggap bahwa semua pencapaian itu adalah hasil dari keringat panas perih dan kerja keras yang telah ia lalui sehingga dia mencapai tingkatan yang di sebut sukses. Sementara golongan kedua menganggap bahwa pencapaian seseorang itu adalah hasil dari sebuah keberuntungan. Kali ini saya akan membahas tipe orang kedua yaitu orang yang menganggap bahwa hasil pencapaian seseorang itu berasal dari sebuah keberuntungan.
Banyak sekali teman-teman di kampungku yang bilang, “Pantes aja dia mah sukses wong orangtuanya juga kayak kok” atau “pantes aja dia pinter dia kan punya banyak duit untuk mengikuti kursus dan membeli buku.” Apakah anda setuju dengan pendapat teman-teman saya? Kalo menurut mereka sukses itu tidak lain hanyalah sebuah keberuntungan. Ok well.
Pencapaian seseorang bukan hanya di ukur oleh faktor luar tetapi juga dari dalam diri kita yaitu adanya motivasi untuk maju dan sukses. Padahal andai si orang itu berada di posisi orang kaya sekalipun belum tentu dia bisa membuat pencapaian yang maksimal. Bisa saja dia malas dan tergoda akan hal-hal lain yang membuatnya tidak suka belajar. Bisa saja kan? Jadi semua itu depend on you.
Mulai sekarang mari lah kita lebih memandang pencapaian-pencapaian seseorang dengan sikap positif dan motivatif. Positif maksudnya kita tidak memandang hasil pencapaian seseorang dengan sebelah mata misal seperti kata-kata “Pantes aja dia berhasil wong orang tuanya juga pinter kok”. Saya katakan lagi “It depends on you”. Memandang dengan sikap motivatif artinya kita bisa mengambil sisi positif dari pencapaian seseorang sebagai suatu motivasi untuk maju. “Lho, dia aja bisa. Kenapa saya tidak?”.
Oh iya disini juga ada tipe orang ketiga yang memandang kesuksesan itu adalah diantara keberuntungan dan hasil pencapaian kita. Tidak di pungkiri saya pun juga termasuk golongan ini. Jadi memang  keberuntungan itu adalah 100% hak preogratif Tuhan artinya yang bisa memberikan keberuntungan itu cuma Dia. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan Tuhan lah yang akan menilai. Tapi ada sebuah hadis qudsi yang berbunyi “Inna Anza Zhani ‘abdi” yang artinya Aku (Allah) adalah sesuai dengan prasangka hamba (kepadaKu). Kita bisa menjadikan hadis qudsi tersebut sebagai  motivasi buat kita semua. Ternyata Tuhan itu adalah sesuai dengan apa yang kita pikirkan kok! Artinya kita memang tidak bisa membuat keberuntungan tetapi apabila kita sudah berusaha maksimal pasti Tuhan akan memberikan keberuntungan kepada kita. Jadi kita tidak bisa membuat keberuntungan? Ya itu benar. Tapi dengan segenap usaha maksimal kita yakinlah Tuhan yang akan menciptakan keberuntungan itu. Yakinlah kawan, Tuhan tidak mungkin ingkar dengan janjiNya.
Semoga bermanfaat.
Salam sukses.
Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Kesuksesan itu keberuntungan atau kerja keras?
Read More | comments (1)

Sudahkah kita menjadi manusia yang bermanfaat?

Written By Wawan Setiawan on Thursday, March 29, 2012 | 3:00 PM

Thursday, March 29, 2012

Jika anda tinggal di kampung saya dan anda adalah seorang yang berpendidikan dan sedang menempuh gelar sarjana anda mungkin tidak akan aneh mendengar celetukan orang kampung disini. Anda mau tahu bagaimana kata mereka? “Percuma aja sekolah tinggi-tinggi toh orang miskin mah tetep aja miskin”. Apakah di kampung anda juga begitu? Saya sangat prihatin sekali mendengarnya. Bukan apa-apa jika pandangan pola pikirnya saja salah nanti bagaimana orang-orang disini akan maju padahal zaman ini kan selalu menuntut dengan perubahan-perubahan. Kalau kita hanya diam di tempat, so what happen next?.
Ternyata setelah saya telisik lebih jauh ternyata pandangan masyarakat di kampung saya itu juga berdasarkan pengamatan mereka dimana lulusan SMK,SMA, dan Sarjana disana hidupnya kurang sejahtera dan masih kalah sama orang-orang yang berpendidikan SD dan SMP. Terus siapa yang salah? Tentu saja orang-orang yang berpendidikan. Sebagai orang yang berpendidikan selain punya ijazah kita dituntut harus menjadi sebuah atap yang melindungi mereka dan bisa menjadi teladan bagi mereka dan bukan sekedar ijazah.
Ngomong-ngomong soal atap, tahukah anda apa itu fungsi atap rumah? Ya tentu saja fungsinya adalah sebagai pelindung di waktu hujan dan sengatan teriknya panas matahari. Sebagai orang-orang yang berpendidikan kita juga harus begitu. Kita harus punya ilmu yang memadai dan bisa menjadi pelindung mereka.
Selain itu ketika anda berada di atas atap rumah. Apa yang anda lihat? Tentunya akan anda lihat pemandangan yang lebih luas disana kan. Kita pun juga demikian. Pemandangan yang luas disini adalah keluhuran ilmu jadi kita harus punya ilmu yang lebih daripada masyarakat disana.
Jika kita seorang yang tergolong berpendidikan dan masyarakat belum menyadari keberadaan kita disana berarti almamater institusi dan gelar sarjana telah gagal menjadikan kita manusia yang bermanfaat. Apalagi kita sebagai orang berpendidikan menjadi sampah di masyarakat. Haduhh!!! No.no.no yaaa.. Harusnya kita sebagai orang yang punya tingkat pendidikan yang tinggi harus lebih sejahtera dan bahagia baik materi maupun ilmu.
Semoga bermanfaat.
Salam Sukses.
Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Sudahkah kita menjadi manusia yang bermanfaat?
Read More | comments

Mengapa sifat kita susah berubah?

Beberapa waktu lalu saya mengikuti sebuah pelatihan kader-kader dakwah Islam di Bandung karena kebetulan saya adalah anggota sebuah organisasi dakwah di kampus. Diselenggarakan oleh GAMAIS ITB yaitu sebuah organisasi dakwah di kampus ITB. Disana saya bertemu banyak sekali teman dari seluruh universitas se-Bandung Raya. Satu hal yang akan selalu ku ingat adalah ketika datang pertama kali disana saya di sambut oleh orang-orang yang begitu ramah, bersahabat, dan ceria. Ditambah lagi para pembicara-pembicaranya yang begitu luar biasa menyampaikan materi. Semangat, antusias, humoris, dan selalu membawa kesan positif. Saya mulai sadar bahwa ilmu yang saya punya hanyalah secuil dari sebutir pasir yang terhampas luas di dataran gurun sahara. Untuk itu saya harus terus belajar dan menumbuhkan sifat positif untuk menjadi manusia yang sukses secara kepribadian maupun financial.
Dalam sesi diskusi disana saya mengenal banyak sekali orang-orang yang sikapnya positif dan beberapa punya selera humoris. Ya memang manusia diciptakan oleh Tuhan dengan berbeda-beda sifat. Ada yang pemarah, sabar, egois, yesman (sikap mengikuti orang lain), dll. Apakah itu sebuah gen yang ditanamkan Tuhan sejak ia lahir atau pilihan hidup yang kita ambil? Tentunya itu adalah pilihan hidup yang kita ambil kan. Menurut buku Terapi Berpikir Positif nya Dr. Ibrahim Elfiky juga menjelaskan bahwa sifat kita terbentuk berdasarkan hasil meniru jutaan watak orang lain. Untuk itu kita harus berhati-hati dalam meniru sifat orang lain. Karena secara sadar atau tidak setiap harinya kita meniru sifat-sifat orang lain.
Jika kita meniru sifat-sifat buruk akhirnya kita berada di jalan yang salah dan kita terperangkap disana.
Di dalam Al-Qur’an Allah SWT juga sering berulang-ulang kali berfirman bahwasanya “Allah akan membiarkan sesat orang-orang yang tersesat” Jadi mulai sekarang marilah kita mulai menata hidup ini dengan sifat dan sikap-sikap yang positif untuk menjadikan hidup kita lebih berarti. Dengan kita terbiasa dengan sifat-sifat positif maka sifat-sifat buruk juga akan sedikit-demi sedikit menjauh selama kita tidak mencoba mendekatinya lagi. Kesimpulannya jika kita ingin menjadi manusia yang penuh dengan kebaikan segera tinggalkan sifat buruk dalam diri kita. Pantaslah dalam Al-Quran Allah berfirman, “Janganlah kau campur adukan kebaikan dengan kebatilan” karena kebatilan akan mengusir kebaikan-kebaikan yang akan datang menyiram jiwa kita. Ingat juga kawan perubahan itu perlu.
Semoga bermanfaat.
Salam sukses.
Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Mengapa sifat kita susah berubah?
Read More | comments

Apakah kita orang-orangan atau orang beneran?

Written By Wawan Setiawan on Wednesday, March 28, 2012 | 9:39 AM

Wednesday, March 28, 2012

Jika ada seseorang yang mencoba menyakiti kita atau jika ada seseorang yang ingin mengambil hak anda. Pasti akan ada perlawanan dari diri kita baik itu perlawanan secara fisik, perkataan, atau dengan diam tapi didalam hati ada perlawanan. Kita memang manusia yang diberikan oleh Tuhan sebuah naluri atau insting untuk melawan seseuatu hal yang membahayakan diri kita. Tahukah anda orang yang hidupnya tak pernah ada perlawanan? Jika diperintah ke kiri dia nurut ke kiri jika ke kanan dia ke kanan. Siapakah dia? Oke temukan jawabannya di sini.
Dulu ketika saya kecil saya sering pergi ke sawah untuk sekedar main atau pun berburu burung dengan sebuah ketapel. Sangat seru kala saya ingat masa-masa itu. Betapa tidak hidup serasa berpetualang tanpa memikirkan apapun. Pokonya bebas tanpa hambatan seperti jalan tol. Ketika di sawah saya dan teman-teman seringkali melihat sesosok benda yang terbuat dari jerami yang di tancapkan di tengah sawah, di beri baju, topi, dan di ikat oleh tali-tali yang di hubungkan ke sebuah saung dimana seseorang mengontrolnya. Aku menyebutnya bebegig alias orang-orangan. Orang-orangan itu bertugas mengusir burung-burung yang memakan padi dengan pengontrolnya seseorang yang ada di sebuah saung.Tahukah anda bagaimana itu sifat orang-orangan? Anda benar. Dia adalah sosok yang selalu nurut apapun perintah si penggeraknya. Pokonya satu-satunya orang yang pasrah di muka bumi ini hanya lah orang-orangan. Dia pasrah.rah.rah.rahhh.
Ngomong-ngomong apa jadinya jika kita sebagai orang beneran bersifat mirip seperti orang-orangan. Saya yakin anda pasti tidak setuju. "Lho wong aku orang beneren kok, enak aja disebut orang-orangan?" Kasian dehh loo. Hehe. Apa bener anda orang beneran? Kita buktikan! Apakah anda memegang seluruhnya kendali hidup anda? Jika ada seseorang yang berkata buruk tentang anda. Apa yang akan anda lakukan? Jika anda terpengaruh oleh perkataan buruk seseorang berarti anda masih di kendalikan oleh orang lain.
Jika anda berniat untuk pergi ke sebuah seminar dan di lain hal teman anda malah mempengaruhi anda untuk pergi ke bioskop sehingga anda memutuskan untuk pergi ke bioskop.
Artinya anda masih di kendalikan oleh orang lain.
Jika anda berniat untuk pergi ke masjid sementara teman anda menyarankan untuk menunda shalatnya dengan alasan tertentu dan anda menuruti perkataan teman anda.
Apakah anda memegang kendali hidup anda? Jadi kesimpulannya siapakah anda? Apakah anda orang-orangan atau orang beneran?
Tuhan telah menganugerahi kita dengan akal dimana dengan akal itu kita bisa memegang kendali hidup kita. Kita bisa punya kendali penuh terhadap diri kita. Kita memiliki prinsip hidup sendiri. Kita bisa membedakan mana yang baik dan mana yang salah. Terlebih lagi kita bisa mengukur apakah sesuatu itu bermanfaat atau tidak.
Sebagai orang beneran kita juga harus bersyukur di berikan Tuhan inisiatif dimana dengan inisiatif itu kita bisa punya pendapat lain yang berbeda dengan orang lain. Kita punya prinsip hidup sendiri. Tapi anehnya ketika kita dalam suatu rapat ketua atau atasan kita memerintah kita sikap kita seringkali diam. Jadi, apakah kita ini orang-orangan atau orang beneran? Dan anehnya lagi ketika di perintah oleh ketua seringkali orang beneran tidak menurut dan cenderung tidak ikhlas melakukannya tidak seperti orang-orangan yang ikhlas menuruti perintah apa yang diperintahkan si pengontrolnya yaitu si petani.
Semoga bermanfaat.
Salam Sukses.
Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Apakah kita orang-orangan atau orang beneran?
Read More | comments

Kunci sukses dalam berorganisasi

Written By Wawan Setiawan on Tuesday, March 27, 2012 | 8:02 AM

Tuesday, March 27, 2012

Organisasi adalah salah satu aspek penunjang kesuksesan seseorang atau sebuah perusahaan. Untuk itu butuh keahlian khusus dalam me-manage sebuah organisasi agar organisasi tersebut bisa tumbuh dan menjadi kekuatan dalam menunjang keberhasilannya. Peran seorang pemimpin sangat menentukan bagi kemajuan sebuah organisasi. Kepemimpinan yang bagus juga akan berimbas pada kinerja anggota yang bagus dan sebaliknya pemimpin yang kurang bagus juga berimbas pada kinerja anggota yang kurang maksimal atau tidak sepenuh hati menjadi anggotanya. Disini saya punya tips kunci sukses dalam berorganisasi berdasarkan pengalaman saya menjadi seorang ketua dan pengetahuan dari berbagai literatur dan berbagai forum dikusi.
Kunci sukses berorganisasi dapat saya singkat dengan "DIA PITAK K-3". Kunci sukses ini mencakup semua aspek yang menunjang keberhasilan sebuah sistem dalam berorganisasi.
D : Disiplin
Semua orang pasti setuju dengan kata yang satu ini, DISIPLIN. Anda juga kan? Ayo dong anggukan kepala anda? Hehe. Dengan kita disiplin kita akan bisa mencegah atau paling tidak tak kan ada kegiatan yang sia-sia atau buang-buang waktu (wasting time) yang dapat menghancurkan kemajuan organisasi. Dengan kita disiplin dan sudah terbiasa dengan itu maka saya yakin tak kan ada sikap terburu-buru seperti dikejar-kejar kucing anjing.
I : Iman
Setiap organisasi harus dilandaskan oleh suatu pegangan yang bisa menuntun langkah ke jalan yang benar. Banyak organisasi yang tidak berlandaskan atas keimanan seperti layaknya gank-gank motor, organisasi para preman, organisasi kejahatan, dll. Mereka juga sama sebuah organisasi yang ingin mencapai suatu misi tertentu. Bedanya adalah mereka tidak punya dasar keimanan sehingga tujuannya pun pasti akan negatif. Untuk itu setiap organisasi harus dilandasi keimanan (agama).
A : Aku Senang
Dalam berorganisasi harus bisa menikmati proses yang sedang berjalan. Jika ada hambatan nikmatilah. Prinsip aku senang disini berarti seseorang yang merasa tulus dan ikhlas berada dalam sebuah organisasi tanpa ada keterpaksaan atau pun rasa tidak nyaman. Jika seseorang merasa tidak nyaman berada dalam sebuah organisasi sudah barang tentu kinerjanya juga pasti akan bermalas-malasan atau sekadarnya.
P : Progressif
Organisasi yang baik adalah organisasi yang berpikir kedepan dan terus maju. Sebuah organisasi harus punya semangat progressif (semangat untuk maju). Jangan mau kalah sama kemajuan organisasi lain. Cobalah tanamkan sebuah motivasi kepada anggota untuk selalu punya semangat progressif.
I : Inovatif
Selain itu sebuah organisasi harus bersifat inovatif. Jika sistem yang lama tidak bekerja dengan baik cobalah buat sistem yang baru yang belum di terapkan dalam organisasi lain. Jangan terpaku dengan sistem lama karena dunia ini menuntut perubahan. Kalau kita hanya diam di tempat sementara perubahan terus berlari kencang. Celaka lah kita.
T : Tujuan
Organisasi harus punya pandangan ke depan sehingga setiap keputusan yang di ambil tidak melenceng. Jadi setiap organisasi harus punya tujuan yang jelas.
A : Action
Jangan terlalu banyak berdiskusi mengenai pembentukan sistem yagn baik segeralah action jangan teralu banyak membuang waktu. Jika punya program kerja yang baru segera lakukan. So, action!
K : Kekeluargaan
Sebaiknya sebuah organisasi harus punya hubungan seperti layaknya keluarga. Hindari permusuhan sesama anggota ataupun konflik ketua dengan anggota. Buatlah organisasi seperti layaknya sebuah keluarga.
K : Kerjasama
Tanpa aspek yang satu ini saya yakin sebuah organisasi sulit untuk maju. Bagiamana tidak, jika tidak ada koordinasi kerjasama antar komponen organisasi untuk melaksasnakan satu program kerja saja mungkin akan kesulitan dibuatnya.
K : Kreatif
Ciptakan sebuah produk-produk sebagai ciri maupun penemuan yang bermanfaat untuk orang lain. Jika anda adalah organisasi pecinta alam maka cipatakan lah sesuatu hal yang berhubungan dengan itu. Misal : Membuat rumah pohon, Flying Fox, Budidaya jamur, dll. Teruslah ciptakan produk-produk untuk mengkokohkan eksistensi sebuah organisasi.
K : Kompetitif 
Persaingan antar sesama organisasi itu wajar dan pasti ada. Untuk itu kita sebagai organisasi jangan punya sifat mengalah. Teruslah benahi dan harus lebih baik daripada pesaing kita. Tetapi persaingan disini bukan persaingan yang kotor.
Semoga tips di atas bermanfaat.
Salam sukses.Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Kunci sukses dalam berorganisasi
Read More | comments

Konsistensi yang salah kaprah

Written By Wawan Setiawan on Monday, March 26, 2012 | 4:17 PM

Monday, March 26, 2012

Konsisten adalah ciri orang yang bijaksana. Bisa di bayangkan orang yang tidak konsisten dengan setiap apa kata hatinya. Dia sering terlihat bingung jika menghadapi suatu keputusan. Pernahkah anda melihat seseorang yang selalu bingung? Atau mungkin anda sendiri sering bingung jika menghadapi sebuah pilihan? Hayo?? Ngaku aja dehh?? Hehehe. Bercanda kok. ;-)
Saya disini ingin berbagi tentang sebuah konsep konsisten yang salah kaprah. Jadi tidak semua sifat konsisten itu baik untuk kita sob. Adakalanya sifat itu bisa menghambat kita menuju sebuah kesuksesan. Pasti teman-teman bertanya-tanya? "konsisten kok gak baik" Jelas-jelas ini kan bagus? Oke teman saya mulai saja ya saya mau sharing secuil pengetahuan yang saya miliki.
Pernahkah anda melihat seseorang teman anda yang apabila diberi suatu nasihat dari anda atau orang lain tetapi dia sering menentang atau menolaknya? Atau jika ada orang lain yang sedang menasihati kita, kadang-kadang kita sering mengabaikan tanpa di pikirkan terlebih dahulu? Kalau jawabannya ia. Hati-hatilah kita mungkin punya prinsip konsistensi yang salah kaprah. Konsisten semacam ini malah akan menghancurkan hidup anda. Dari pengamatanku di lingkungan sekitar kampus dan teman2 sekolahku dulu ternyata tidak sedikit orang-orang yang bisa dibilang pintar di kelasnya tapi dia memiliki sifat ini. Dia yakin akan pendirian hidupnya dan terlalu yakin akan setiap keputusan yang ia ambil daripada ia menuruti nasihat oranglain. Jika ada orang lain yang memberikan sebuah nasihat ia sering berkata, "memang sih tapi,...(disusul dengan pendapatnya)". Berhati-hatilah kawan. Jangan merasa pintar sendiri padahal kemampuan kita tidak seberapa. Persis seperti botol kosong yang selalu tertutup ketika ada air yang mau masuk. Bisa dipastikan potensi dirinya tidak akan bisa melejit jika memiliki sifat ini.
Berikut adalah ciri-cirinya :
- Jika ada orang yang menasihatinya dia selalu menolak secara langsung atau tidak langsung.
- Dia sering berkata, "Ah paling juga,.....(disusul dengan pendapatnya)
- Jika dia telah mendengar nasihat oranglain dia berkomentar, "Yang penting,....(disusul dengan pendapatnya)"
- Dia juga sering berkata, "memang sih tapi,....(disusul dengan pendapatnya).
- Dia adalah tipe orang yang malas atau tidak pernah baca buku, mengikuti seminar-seminar, pelatihan, dan sekedar berbagi dengan orang lain.
- Mempertahankan keputusan yang jelas-jelas salah.*
Untuk poin terakhir : setiap keputusan yang cepat itu baik tapi periksa kembali apakah keputusan yang anda ambil itu benar atau salah.
Terus apa solusinya?
- Jika anda menerima sebuah nasihat dari orang lain janganlah langsung anda menolaknya pikirkan terlebih dahulu dengan baik dan bukan berarti anda selalu setuju dengan nasihat orang lain (Yesman). Cernalah terlebih dahulu untuk kemudian anda ambil.
- Berpikirlah sejenak ketika anda ingin merspon pendapat oranglain. Mungkin anda tidak setuju tetapi pikirkanlah terlebih dahulu.
- Mulailah mencari ilmu dengan membaca buku, mengikuti seminar, pelatihan dan hadir dalam forum-forum atau kajian masalah.
- Tahukah anda menurut penelitian AMA (American Management Association) menunjukan 70% dari keputusan yang kita ambilternyata salah. Jadi hati-hatilah ketika kita membuat sebuah respon kepada orang lain.
Kesimpulan
Konsistensi itu memang baik tapi berhati-hatilah dengan setiap keputusan yang kita ambil karena bisa saja ego kita yang mengambil keputusan bukan diri kita yang berilmu. Mari bersama-sama kita tanamkan pikiran positif dalam diri kita. Dengan berpikir positif kita akan bisa mengarungi indahnya kehidupan ini.
Semoga bermanfaat.
Salam positif dan Salam sukses. ;-)
Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Konsistensi yang salah kaprah
Read More | comments

Apakah hidup kita seperti permainan monopoli?

Written By Wawan Setiawan on Sunday, March 25, 2012 | 9:33 AM

Sunday, March 25, 2012

Dua buah dadu
Pernahkah anda bernaim permainan monololi? Saya pernah. Ada salah satu pelajaran yang dapat kita ambil dari permainan monopoli berkaitan dengan konteks tujuan hidup. Kemana sih sebenarnya tujuan hidup kita?
Permainan monopoli terdiri dari dua dadu, kertas lebar yang terdiri dari gambar-gambar dan nama negara, ada sebuah kartu-kartu kecil serta tumpukan uang dolar mulai dari 100 sampai 100.000 dolar. Permainan ini dimulai dengan menggoyang-goyangkan dua buah dadu dalam sebuah wadah kemudian dilemparkan. Setelah nomor dadu keluar kita tinggal jalankan orang-orangan itu sesuai dengan nomor jumlah titik dadunya. Begitulah seterusnya orang-orangan itu berjalan menurut jumlah angka dadu yang keluar. Jika angka dadu menunjukan ke kotak kesempatan dia dapet kesempatan milih dan jika angkanya ke arah kotak penjara maka ia masuk penjara. Dan masih banyak lagi seperti kita membeli rumah, kena denda rumah pokoknya semua tergantung pada angka dadu yang keluar.
Eittss tunggu dulu saya bilang tadi ada orang-orangan yang berjalan sesuai dengan jumlah angka dadu yang keluar. Bisa di ibaratkan kalau hidup kita seperti permainan monopoli. Hanya mengikuti waktu berjalan apa adanya tanpa kita punya arah yang jelas. Kita tidak punya tujuan hidup, hanya keadaanlah yang membawa anda. Jika keadaan membawa anda ke arah kiri maka anda akan ke kiri dan jika keadaan atau seseorang yang membawa anda ke kanan anda akan bergerak ke kanan. Yang pasti kita tidak punya gambaran tentang masa depan. Sungguh celaka orang-orang seperti itu kawan. Jangan-jangan kita juga begitu ya?
Terus Solusinya apa?
Mulai sekarang tentukan arah hidup anda? Belajarlah bagaimana cara menggapainya. Cari informasi-informasi yang berkaitan dengan tujuan anda. Bisa dari buku-buku, mengikuti seminar-seminar, pelatihan, kursus-kursus. Belajarlah dari orang yang sudah sukses. Temui dia! Pelajarilah ilmu-ilmunya dan jadikan ini sebagai motivasi untuk anda melangkah dalam meraih tujuan.
Jangan lupa catatlah semua target-target anda dalam selembar kertas dan visualisasikan dalam kehidupan nyata. Insya Allah itu adalah sebuah do'a. Jadikanlah semangat jika anda telah berhasil meraih salah satu target. Tetap fokus dan terus action.
Hari ini kita belajar dari sebuah permainan monopoli yang mengajarkan kita "Janganlah kita hidup bergantung dari dua buah dadu yang dilemparkan". Kita juga harus punya visi dan misi bukan hanya sebuah organisasi saja kan?
Semoga postingan kali ini bisa memotivasi kita semua.
Salam sukses.
Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Apakah hidup kita seperti permainan monopoli?
Read More | comments

Syukur adalah Kunci meraih hidup bahagia

Beberapa waktu lalu saya sempat membaca literatur tentang buku-bukunya Aa Gym. Disana saya banyak sekali menemukan ilmu-ilmu dan pengetahuan baru khususnya tentang Dunia Islam. Ada satu pelajaran yang akan selalu ingat dari buku itu. Sebuah perumpamaan yang berkaitan dengan konsep syukur. Begini kurang lebihnya konsep beliau.
Jika anda sedang dalam suatu perjalanan kemudian di tengah-tengah perjalanan anda kelaparan dan menemukan lemari kaca besar yang berisi makanan dan buah-buahan yang sangat lezat yang terkunci rapat dan hanya bisa dibuka dengan menemukan kuncinya. Apa yang anda lakukan? Mencari-cari kuncinya atau cuma berangan-angan mendapatkannya. Jika anda orang yang normal tentu saja akan mencari kuncinya demi mendapatkan makanan itu. Inilah perumpaan kehidupan menurut Aa Gym. Dalam kehidupan yang penuh dengan tantangan ini kadang manusia di hadapkan dengan segudang masalah dimana tanpa menemukan kunci itu manusia tidak akan bisa hidup bahagia di dunia ini. Apakah kunci kehidupan itu? Ia adalah syukur.
Dengan bersyukur apapun yang kita miliki akan membuat hati ini merasa telah diberikan sebuah anugerah besar dari Tuhan. Dengan bersyukur kita akan terbebas dari rasa cemas, takut, gelisah, bingung, dan galau. Dengan bersyukur kita tidak akan terjerumus kepada lembah syaitan yaitu sifat mengagung-agungkan dunia. Dan dengan bersyukur pasti nikmat kita akan ditambah, saya mengatakan pasti karena ini menurut dengan firman Allah SWT dalam Surat Ibrahim ayat 7 yang berbunyi :

  وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕن شَڪَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡ‌ۖ وَلَٮِٕن ڪَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ۬ 
Artinya : Dan [ingatlah juga], tatkala Tuhanmu mema’lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah [nikmat] kepadamu, dan jika kamu mengingkari [ni’mat-Ku], maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". 

Dari firman di atas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa hanya dengan besukurlah nikmat kita akan ditambah. Nikmat disini sudah mewakili kata bahagia karena jikalau Allah sudah memberikan nikmat dunia baik itu harta atau pun kesehatan jasmani kita tentu pasti kita akan selalu bahagia hidup di dunia ini.
Jika kita masih tergolong orang yang kurang hartanya maka bersyukurlah terlebih dahulu dengan apa yang kita punya sekarang dan tetap berjuang untuk bisa punya harta lebih. Karena dengan punya harta lebih kita bisa punya akses yang lebih untuk bisa mencari ilmu, sedekah, dan berbuat untuk agama kita (misal : mendirikan sarana umat seperti masjid). Jika kita orang yang sudah di anugerahi oleh Allah dengan harta lebih kita harus bersyukur dengan apa yang kita punya. Bersifatlah seperti Tukang Parkir, walaupun dia punya mobil puluhan dan motor ratusan tapi ia tak merasa sedih dan tetap senang jika ada orang yang mengambilnya walau sampai habis sekalipun dan alhasil nanti juga banyak lagi kan? Hehehe ;-)
Semoga kita tergolong kepada hamba-hamba Allah yang bersyukur. Ingat Allah mencintai orang yang bersyukur.
Semoga bermanfaat,
Salam Sukses.

  
Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Syukur adalah Kunci meraih hidup bahagia
Read More | comments

Pintu hati yang terbuka akan membuat jiwa ini lebih kokoh

Written By Wawan Setiawan on Saturday, March 24, 2012 | 9:17 AM

Saturday, March 24, 2012

Hati yang Terbuka
Setiap manusia memiliki jalan tersendiri untuk meraih tujuan hidupnya. Dengan tekad dan keyakinan yang bulat segala bentuk apapun pengaruh luar tak kan bisa mempengaruhinya. Namun apa jadinya jika tekad dan keyakinan yang bulat itu tidak memiliki pengetahuan yang cukup. Seperti inilah kebanyakan orang saya temukan disekitar tempat tinggal atau pun lingkungan kampus. Dengan pendiriannya yang cuma dilandasi oleh asumsi-asumsi atau seseorang itu telah memvonis dirinya lebih baik dari orang lain.
Akhir-akhir ini saya begitu menyadari bahwa secuil ilmu yang saya dapatkan belum membuat diri ini menjadi jiwa yang kokoh dan berilmu. Saya masih harus lebih belajar dari orang lain. Orang lain ini diartikan siapa saja baik itu guru, dosen, teman, ustadz, orangtua, tetangga, tukang ojek, bahkan mantan rampok sekalipun apabila ada hikmah di balik apa yang ia sampaikan akan saya resapi dan akan kusimpan dalam hati ini dan sebaliknya apabila itu negatif akan saya buang jauh-jauh dan tak kan ku biarkan itu mengendap dalam hati. Sering sekali saya temukan orang-orang yang punya tingkat ego yang tinggi yang sering menolak nasihat orang lain. Mungkin karena dia merasa lebih berpengalaman, lebih tua, kastanya lebih tinggi, atau bahkan merasa pintar sendiri alias (sok pinter dewek). Bukan hanya oranglain jujur kadang-kadang saya pun begitu. Kadang saya menyepelekan pendapat orang lain dikarenakan dia adalah orang yang selalu memberikan pengaruh negatif kepada saya tapi kini ku menyadari bahwa tak semua pendapatnya itu negatif pasti ada sisi positifnya. Kadang diri ini sangat benci akan kritikan padahal itu akan membangun jiwa kita jika kita bisa menerimanya dan kemudian memperbaiki diri ini.
Pernahkah anda melihat orang yang jika anda beri nasihat dia pasti mengucapkan kata "tapi", saya pernah dan bahkan tidak sedikit. Punya pendirian memang harus tapi tidak berarti kita sering menyangkal pendapat orang lain hanya karena merasa bahwa kita lebih pintar dari orang yang memberikan nasihat atau bahkan sok tahu padahal dia juga hanya punya sedikit pengetahuan tentang itu atau bahkan hanya menduga-duga.
Pernahkah anda melihat sebidang tanah yang telah tertutup oleh tumpkan pasir dan semen. Seperti itulah kira-kira hati kita yang sering mengucapkan kata "tapi" pada oranglain. Kita ibaratkan tanah itu sebagai hati dan air adalah hikmah. Sebanyak apapun air disiram ke sebidang tanah itu tetap saja tak kan membuat tanah itu subur karena dia telah tertutup oleh semen yang begitu keras. Sebaliknya tanah yang tidak tertutup oleh tumpukan pasir dan semen maka ia akan tumbuh subur menumbuhkan rerumputan hijau dan tempat bernaung bakal calon pohon-pohong yang rindang. Kita pun juga begitu kawan. Hati kita yang tertutup oleh ego sangat sulit sekali tersentuh oleh hikmah dari luar. Semua bentuk apapun nasihat orang lain dan kalimat-kalimat bijak yang di ucapkan tak akan bisa menyentuh hatinya. Saya teringat akan firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 6-7 yang berbunyi :

 إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡهِمۡ ءَأَنذَرۡتَهُمۡ أَمۡ لَمۡ تُنذِرۡهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ (٦) خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمۡ وَعَلَىٰ سَمۡعِهِمۡ‌ۖ وَعَلَىٰٓ أَبۡصَـٰرِهِمۡ غِشَـٰوَةٌ۬‌ۖ وَلَهُمۡ عَذَابٌ عَظِيمٌ۬ (٧) 

Artinya :  Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
 
Oleh karena itu saya mengajak kepada teman-teman semua mari kita lebih membuka pintu hati ini untuk bisa mengambil hikmah dari apapun bentuk nasihat dari orang lain. Jika pendapat itu bertentangan kita sanggah dengan baik-baik dan berilah kebenarannya jika memang anda punya pengetahuan tentang itu. Ingat kawan ambilah hikmah dari orang-orang yang telah memberi pendapat atau nasihat kepada kita siapapun itu. Jika itu negatif maka segera buang jauh-jauh dan tetap hormati dia. Hidup ini akan terasa indah jikalau kita saling berbagi dan menjauhi pertentangan dan sikap sinis kepada orang lain. Jangan merasa kita lebih pintar dari orang lain karena kepintaran itu mutlak hanya milik Allah.
Semoga postingan kali ini bermanfaat.
Salam sukses.
Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Pintu hati yang terbuka akan membuat jiwa ini lebih kokoh
Read More | comments (4)

Cara Mencetak Foto dengan Ukuran tertentu di photoshop

Written By Wawan Setiawan on Friday, March 23, 2012 | 3:53 PM

Friday, March 23, 2012

Apa kabar teman-teman semua? Baik-baik kan?
Lama tak menulis posting tentang tutorial photoshop sekarang saya mau share kepada teman-teman tentang cara mencetak photo dengan ukuran tertentu di photoshop.
Pernahkah teman2 nyetak foto dengan ukuran 2x3, 3x4, 4x6, 2R, 3R, 4R, 8R, dsb,?
Untuk sebagian orang mungkin sudah tahu cara ini. Tetapi melihat realita yang ada khususnya teman-temanku di kampus dan semua teman2ku dimana-mana banyak  yang sering bertanya-tanya tentang bagaimana sih mencetak foto dengan ukuran tertentu di photoshop. Nah kali ini saya akan menjawabnya. Oke langsung aja ya.
1. Buka aplikasi Adobe photoshop. Start – All programs – Adobe Photoshop.
2. Pilih File – New dan akan tampak seperti gambar berikut.
Pada Kolom Preset Sizes isi dengan ukuran kertas foto yang akan anda gunakan dalam proses printing.
Pada kolom Resolution biasanya akan otomatis tertera bilangan 300 pixel/inch, kalo defaultnya bukan 300 pixel/inch silakan setting.
Pilih Mode RGB Color.
Pada Tab Menu Contens pilih White.
3. Setelah Klik OK akan muncul Layer Background kosong dan ini nantinya akan digunakan sebagai background foto-fotonya.
4.    Kemudian Pilih File – Open dan pilih foto yang akan di cetak.
 5.    Setelah klik Open kemudian klik Crop Tool.
Sesuaikan Width dan Height. Resolusi harus sesuai dengan layer background yang tertera pada langkah 2. Lihat gambar di atas. Di atas adalah contoh settingan untuk mencetak ukuran foto 3x4 cm.
6.    Setelah mengatur Width, Height, dan Resolution tekan Enter.
Kemudian gunakan crop tool untuk mengcrop daerah foto yang akan di cetak. Lihat gambar di bawah. 
  
7.    Setalah di crop dengan menekan enter kemudian drag kea rah layer background yang ada di sampingnya.
Setelah di drag akan Nampak seperti gambar diatas.
8.    Open beberapa foto lagi dan ulangi langkah-langkah diatas. Dibawah ini saya membuat ukuran 4x6 cm. Setting Width dan Height nya.
9.    Jika ingin mencetak foto lebih banyak lagi. Silakan ulangi langkah-langkah diatas. Di bawah ini adalah ukuran foto 2R atau 6x9 cm.
Ulangi langkah-langkah di atas.
Di atas adalah ukuran foto 3R.
Di atas adalah ukuran foto 4 R.
Jika posisi foto landscape bisa di putar menjadi potret. Caranya Klik Image – Rotate Canvas dan pilih posisi putarannya.
 Berikut hasilnya.
Setalah selesai Klik File – Print aja ya? Temen2 tahu kan?
Oh iya jika teman2 masih bingung apa saja sih ukuran-ukuran foto dan satuannya. Berikut keterangannya :
Semoga bermanfaat. 





 



 

  
Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Cara Mencetak Foto dengan Ukuran tertentu di photoshop
Read More | comments (32)

Mengapa banyak Do'a kita yang belum terkabul?

Written By Wawan Setiawan on Thursday, March 22, 2012 | 5:22 PM

Thursday, March 22, 2012

Setiap orang pasti punya harapan dan untuk mencapai harapan tersebut harus disertai dengan usaha-usaha yang tekun dan gigih dan jangan lupa berdo'a. Doa adalah salah satu wujud kesetiaan seorang hamba kepada TuhanNya. Do'a adalah sebuah sarana pengaduan seorang hamba kepada sang pencipta karena semua akan terjadi atas ijinNya. Pernakah anda berdo'a? Pasti pernah ya. Kapan terakhir kali anda berdo'a? Berapa kali kah sehari anda berdoa kepada Allah? Hayoo?? "shalat juga sering kelewat ya paling berdoa ketika di jalan mas". Eits siapa sih ya yang berkata barusan? Bukan anda kan? Saya yakin bukan. ;-).
Jika ada orang yang jarang berdo'a atau tak pernah sekalipun berdo'a saya berani berkata "Orang tersebut adalah orang yang paling sombong di muka bumi ini". Lho, kenapa tidak? Emangnya darimana sih dia datang? Siapa sih yang mengatur kehidupan ini? Siapa sih yang mengatur rezeki? Siapa pula yang sanggup memberikan pertolongan dikala hidupnya sedang susah? Emangnya dunia ini milikmu. Mimpiii!!!!!! (Kata iklan sampoerna). Hehehe.
Lho emang bener kawan kita tuh harus inget siapa yang mengatur seluruh jagat raya ini. Ketika teman-teman berdoa bagaimana sikap temen2? Biasa-biasa saja kah? Atau Serius? Pasti serius ya. Oke teman2 dan rekan2 yang saya cinta kali ini saya akan membahas kenapa sih selama ini do'a-do'a kita banyak yang tidak terkabul. Oke kita mulai dengan suatu analogi.
Ketika anda ingin meminta sesuatu dari orang lain kira-kira apa yang anda lakukan?
Apakah bisa orang lain akan memperkenankan permintaan kita jika kita tidak punya kedekatan dengannya? Apakah bisa orang lain bisa memperkenankan permintaan kita jika kita tak pernah sekalipun membantunya (menuruti perkataan atau perintah)?
Apakah bisa orang lain memperkenankan permintaan kita jika kita memintanya tidak dengan sungguh-sungguh?
Apakah bisa permintaan kita di perkenankan jika kita sering berbuat salah kepadanya?.
Tolong renungkan kalimat diatas! Dan ternyata kurang lebihnya Allah SWT juga seperti itu sobat.
Apakah mungkin Allah akan mengabulkan do'a kita apabila kita tidak mempunyai kedekatan denganNya apalagi jarang menyebut namaNya?
Apakah mungkin Allah mengabulkan do'a kita sementara perintah-perintahnya pun enggan dilakukan (Shalat, dzikir, puasa, berbuat baik pada orang tua)? Ingat Allah tidak butuh pertolongan kita, Dia Maha Agung. Kita lah yang butuh pertolonganNya?
Apakah mungkin Allah mengabulkan do'a kita jika kita berdo'a tidak dengan tulus hati dan kadang sering kepaksa karena dililit utang, punya masalah besar dan tidak pernah menyebut namanya ketika sedang senang.
Dan satu hal lagi, apakah mungkin Allah SWT mengabulkan do'a kita apabila kita masih sering sekali melakukan dosa? Pernahkah anda berfikir demikian?
Sahabat, ketika banyak do'a-do'a kita yang masih banyak yang belum terpenuhi cobalah tengok diri kita? Apakah kita bersikap seperti yang diatas? Allah itu akan mencintai hamba yang mencintaiNya. Jika Allah sudah cinta kepada hambanya insya Allah semua harapan-harapan dan impian kita akan terkabul. Tetaplah bersyukur ketika kita sedih dan senang. Janganlah anda berdo'a hanya ketika anda sedih dan lupa ketika anda sedang diberi kenikmatan. Ingatlah sahabat, Allah pernah berfirman, "Jika ada kebaikan itu datang dariKu dan kesalahan adalah dari dirimu sendiri" artinya jika kita mendapat sebuah kesalahan atau kesulitan coba tengok kembali hubungan kita dengan Allah. Semoga artikel ini bermanfaat.
Salam sukses, ;-)
Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Mengapa banyak Do'a kita yang belum terkabul?
Read More | comments (2)

Kita harus kaya agar bisa masuk surga!

Written By Wawan Setiawan on Wednesday, March 21, 2012 | 10:09 AM

Wednesday, March 21, 2012

Kita harus kaya!
Bagi sebagian orang mungkin berpendapat bahwa tingkat kebahagian itu di ukur dari jumlah kekayaan. Sebagian yang lain berpendapat bahwa kebahagiaan itu tidak hanya di ukur dari banyaknya harta tapi dari kuatnya tingkat keimanan seseorang. Sementara mungkin sebagian orang berpendapat bahwa tingkat kekayaan adalah ketika menduduki jabatan tertentu.

Dari beberapa pendapat tersebut mana yang menurut anda benar? Apa alasannya. Setiap orang akan mempunyai pendapat yang berbeda-beda dan mungkin saja tidak tertera pada kalimat diatas.

Dari beberapa buku yang saya baca ada salah satu buku yang berkata, "Orang kaya itu adalah orang yang beruntung karena dengan kekayaannya dia bisa berbuat banyak untuk memperoleh pahala. Sedekah banyak, mendirikan sarana umat, menolong orang lain, membiayai kehidupan orang lain, dan punya banyak waktu untuk beribadah kepada Allah".

Saya setuju dengan pendapat tersebut karena dengan kita punya banyak harta maka akan banyak pula kemudahan kita dalam melakukan kebaikan-kebaikan ataupun amal shaleh. Dalam sebuah buku juga menerangkan konon yang cepat menjalankan pemeriksaan dan yang akan di panggil pertama ke surga adalah orang kaya karena telah begitu banyak amalan-amalan shaleh yang telah dikerjakan.

Dalam bukunya Ippho Santosa juga tertera sebuah cerita fiktif yang menarik untuk disimak. Berikut adalah ceritanya :
"Konon dalam sebuah gerbang di pintu surga ada 3 orang yang berebut untuk masuk pintu surga karena kebaikannya kepada umat manusia.
Orang pertama adalah seorang guru teladan, ia adalah guru yang mampu mencetak jutaan siswa-siswa yang berjiwa besar dan sukses dalam hidup dan agamanya makanya ia meminta agar masuk ke surga paling awal
Orang kedua adalah seorang dokter profesional dan teladan, ia adalah dokter yang telah menolong jutaan orang dari rasa sakitnya karena penyakit dan menyembuhkannya makanya ia meminta agar masuk ke pintu surga paling awal karena amal shalih dan jasanya yang begitu besar.
Orang ketiga adalah seorang Kiyai sejuta umat yang telang membimbing jutaan manusia ke jalan yang benar makanya ia juga ingin masuk paling awal di surga.
Si sela-sela pembicaraanya dengan para penjaga pintu surga datanglah seorang pengusaha kaya. 
Sang Guru bilang, "Ini kan orang yang telah membantuku mendirikan gedung sekolah tempatku mengajar dan banyak membiayai anak-anak sekolah" kata sang guru teladan. Kemudian Sang dokter juga berkata, "Ini orang yang membantuku mendirikan rumah sakit dan sering membiayai orang sakit". Di samping itu, Sang Kiyai juga berkata, "Ini juga orang yang telah mendirikan banyak masjid dan pesantren-pesantren salah satunya pesantren dimana saya mengajar". Sang Pengusaha hanya tersenyum dan alkisah ketiga orang tadi mempersilahkan pengusaha untuk masuk paling awal di surga". Cukup menarik bukan? ;-)

Dalam rukun terahir dalam rukun islam juga di sebutkan "Naik haji" walaupun itu bagi yang mampu tapi sangat jelas menandakan bahwa kita itu harus kaya supaya bisa naik haji kan, ;-). Bahkan Nabi kita juga seseorang yang kaya, pedagang yang sukses dan perdagangannya bisa tembus ke banyak negara. Bisa di bayangkan jika pengusaha sekarang pemasarannya bisa sampai mancanegara. Ya pasti kaya. Tapi sebagian orang menganggap bahwa beliau adalah orang yang miskin. Ya beliau pernah miskin tapi pada masa berumur jagung alias umur belasan. Selebihnya beliau adalah orang yang sangat kaya.

Di balik kekayaan beliau ternyata tak sedikitpun beliau silau dengannya. Alih-alih menyimpan dan menumpuk kekayaannya beliau malah memperjuangkan kekayaan untuk agama. Sedekah, sarana umat, alat perang, masjid, dll. Makanya kita sebagai umatnya harus bisa mencontoh sifat beliau yang satu ini. Pelajaran kita hari ini adalah kita itu harus kaya agar bisa beribadah dengan tenang serta bisa lebih mudah melakukan amalan-amalanNya dan kekayaan itu tidak akan membawa mudharat bagi orang yang bertakwa kepada Allah SWT.
Semoga bermanfaat.

Salam sukses.
Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Kita harus kaya agar bisa masuk surga!
Read More | comments

Sikap TENANG dan SABAR adalah ciri orang sukses.

Written By Wawan Setiawan on Tuesday, March 20, 2012 | 10:08 PM

Tuesday, March 20, 2012

Sikap Tenang dan Sabar
Pernahkah anda melihat seseorang yang sedang marah? Bagaimanakah ekspresinya? Seseorang yang sedang marah bagaikan kobaran api yang menyala. Mukanya memerah, nafasnya tak teratur, matanya melotot, dan tentu emosinya tak terkontrol. Tahukah anda seseorang yang begitu mulia akhlaknya yang selalu terlihat sabar, bersikap tenang dan selalu memaafkan serta berbuat dengan lemah lembut kepada seseorang yang memancing nafsunya untuk marah? Ya. Beliau adalah Nabi Muhammad SAW kekasih Allah. Sungguh begitu indah akhlaknya, sungguh oke tingkat kecerdasan emosionalnya. Adakah seseorang sekarang ini yang bersifat layaknya beliau? Kita semua harus berusaha meneladani semua sifat beliau. Beliau tak pernah membalas jika ada seseorang yang punya rasa marah datang mencaci beliau. Malah berlaku sebaliknya, beliau memuliakannya. Sungguh luar biasa!
Ketika seseorang marah dirinya sedang dikuasai oleh iblis yang sedang merasuk dan siap untuk menghancurkan segalanya. Rasulullah pernah bersabda, "Bukanlah orang kuat yang mampu memenangkan dalam setiap pertarungan melainkan orang yang dapat menahan amarahnya". Disini beliau menghimbau betapa pentingnya sifat menahan marah dan itulah sekuat-kuatnya manusia.
Sahabat sifat marah itu sangat tidak baik dan itu menunjukan pribadi yang lemah dan tidak berkarisma. Akankah ada orang yang suka seseorang yang bersifat tempramen dan mudah marah? Akankah ada orang yang senang bergaul dengan orang yang selalu tersinggung apabila ada sedikit saja perkataan yang salah? Tentu tidak ada bukan?Jika kita ingin dikagumi banyak orang, jika kita ingin orang lain nyaman dengan kita, jika kita ingin menjalin hubungan yang sangat erat dengan orang lain maka hindarilah sikap pemarah. Milikilah pribadi yang sabar dan tenang dalam menghadapi tiap persoalan yang ada. Ada sebuah peribahasa "Jadilah seperti pohon mangga yang jika dilempari dengan batu tapi membalas dengan buah". Subhanallah begitu mulianya sifat sabar dan tenang itu.
~ Jadilah orang yang tenang, maka akan anda dapatkan banyak keajaiban.
~ Ketenangan adalah salah satu ciri orang sukses.
~ Ketenangan adalah tanda pribadi yang kokoh.
~ Ketenangan adalah simbol manusia yang beradab dan sabar.
~ Ketenangan akan mendatangkan percaya diri.
~ Ketenangan akan mendatangkan penghargaan dari orang lain.
~ Ketenangan akan mendekatkan anda dengan Allah SWT.
~ Jadilah orang yang selalu tenang ketika berbicara dengan orang lain dan ketika menghadapi situasi apapun agar mendapat cinta dan ketulusan dari orang lain. 

Semoga postingan kali ini bermanfaat.
Salam sukses!
Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Sikap TENANG dan SABAR adalah ciri orang sukses.
Read More | comments (7)

Tips mengenali kepribadian melalui bahasa tangan

Written By Wawan Setiawan on Monday, March 19, 2012 | 9:23 AM

Monday, March 19, 2012

Apakah pernah anda berbicara dengan seseorang? Semua orang tentu pernah. Ketika sedang berbicara kadang lawan bicara kita merespon apa yang kita bicarakan dengan sikap yang beragam. Berikut adalah cara mengenali kepribadian seseorang melalui bahasa tangannya :

@ Kedua tangannya saling menggenggam, tapi tidak meremas, dan diletakan di belakang pundak
     Menunjukan rasa percaya diri.
@ Jika seseorang meletakan ujung kedua jari saling membelakangi
     Menunjukan perasaan sombong dan rasa percaya diri yang berlebihan.
@ Ketika seseorang meletakan kedua tangan di pipinya dengan tanpa menekannya.
     Menandakan bahwa lawan bicara sedang fokus dan sangat memperhatikan apa yang anda 
     bicarakan.
@ Ketika seseorang menyandarkan kepalanya pada salah satu tangannya.
     Menandakan seseorang bosan dan sudah lelah.
@ Ketika seseorang menggaruk-garuk dagunya (jenggot).
     Menandakan keraguan ketika berbicara.
@ Seseorang meletakan tangan di leher bagian belakang, sambil mengangkat kepala sedikit.
     Menandakan seseorang sedang mengendalikan emosi dan menahan amarahnya.
@ Ia menggaruk-garuk kepalanya sambil sedikit menundukannya.
     Seseorang merasa gusar dan tidak bisa fokus akan suatu masalah.
@ Menyembunyikan jari jempol pada jari jari lainnya.
     Seseorang merasa kesulitan dalam menganalisa atau menyelesaikan masalah.
@ Menggunakan jari telunjuknya untuk menunjuk-nunjuk sesuatu.
     Seseorang menunjukan perlawanan dan penguasaan terhadap sesuatu.
@ Menggerakan kedua tangannya dengan cepat.
     Menandakan kepuasan dan persetujuan.
@ Menjauhkan jari kelingking dari jari-jari lainnya.
     Menandakan seseorang ingin jadi orang yang berbeda dari orang lain.
@ Telapak tangan bagian dalam saling bertemu.
     Menandakan seseorang ingin agar lawan bicaranya merasa puas, menerima dan bisa memutuskan
     dengan cepat mengenai apa yang di sampaikan.
@ Tangan selalu bergerak ke arah bawah.
     Menandakan keretakan hubungan atau komunikasi personal.

Semoga tips-tips di atas bermanfaat.
Salam sukses.
   Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Tips mengenali kepribadian melalui bahasa tangan
Read More | comments

Tips Melejitkan Potensi Diri

Written By Wawan Setiawan on Sunday, March 18, 2012 | 4:40 PM

Sunday, March 18, 2012

Mungkin anda sering kali mendengar orang-orang yang berhasil pada bidangnya atau SUKSES. Ngomong-ngomong soal sukses, apa sih sebenarnya sukses itu? Saya setuju sekali dengan salah satu iklan dari salah satu produk rokok yang berbunyi  "Sukses adalah sebuah pencapaian" tapi bukan berarti saya setuju untuk membeli produknya ya. Bukan itu! Karena aku bukan perokok so ya aku pantang mengonsumsi rokok apalagi membelinya. Seseorang yang telah sukses tentu telah berhasil melejitkan potensi dirinya. Tapi bukan sebuah hal mudah untuk bisa melejitkan potensi diri. Saya punya beberapa trik untuk melejitkan potensi diri :
1. Hati-hati dengan pikiran anda
Saya sangat setuju sekali dengan pendapat mas Ippho Santosa penulis buku mega best seller 7 keajaiban rezeki yang berkata, "Sebenarnya Tuhan itu Maha Oke kok", artinya jika kita berfikir kita akan berhasil melakukan sesuatu, Oke kamu berhasil. Dan jika kita berfikir akan gagal, Oke kamu Gagal. Cukup lucu tapi masuk akal juga. Dan menurut sebuah hadis qudsi juga yang berbunyi "Anna 'Inda Zhanni 'abdi" yang artinya Aku (Allah) sesuai dengan prasangka hambaKu kepadaKu. Dan ini yang dinamakan dengan kekutan pikiran (the power of mind) 'You are what you think' (Anda adalah apa yang anda pikirkan). Jadi hati-hatilah dengan apa yang anda pikirkan karena segala sesuatu berawal dari pikiran terlebih dahulu.
2. Perhatikan kata-kata anda
Satu hal yang membedakan antara orang pemenang dan pecundang adalah dari kata-katanya. Berikut adalah contoh dari kata-kata pecundang yang tak kan bisa melejitkan potensi dirinya :
- Saya tidak bisa.
Mulai sekarang jangan pernah sekali-kali berkata 'saya tidak bisa' karena kata-kata itu akan otomatis di simpan dalam pikiran anda dan akan mengeluarkan output yang juga sama persis dengan apa yang di pikirkannya. Ingat! Tuhan itu sesuai dengan prasangka hambanya.
Lebih baik katakan 'saya belum bisa dan akan berusaha untuk bisa' karena dengan berkata seperti itu pikiran akan menyimpannya sebagai sebuah semangat untuk bisa dan outputnya tentu saja 'bisa'. Percayalah!
- Ahh itu teori.
Banyak sekali orang-orang yang berkata seperti itu dikala mereka mendapatkan sesuatu ilmu yang bermanfaat. Beberapa hari yang lalu ketika saya ngobrol-ngobrol ringan di kampus mengenai buku motivasi yang ku baca ada seseorang teman yang nyeletuk sambil berkata "Aku gak suka buku motivasi karena itu cuma teori jika aku membacanya maka ya gak akan bertindak-tindak" Dengan beberapa alasan dia menyangkal pendapatku, ya mau gimana lagi saya pun mengangguk tanda tak setuju. hwkwk.
Ya boleh saja anda berpendapat seperti itu. Saya tanyakan kepada anda yang sependapat dengan taman saya, memangnya anda sudah tahu segalanya? Sehingga anda sudah tidak membutuhkan lagi teori dalam bertindak. Saya bisa gambarkan orang-orang seperti itu adalah orang yang sedang mencari tempat tanpa petunjuk. Apakah bisa sampai? Ya bisa saja kalau kebetulan. Tapi lama kan? Bahkan bisa saja gak ketemu. Setuju? Kita ini adalah manusia biasa yang butuh petunjuk dari orang lain ataupun dari Tuhan. Ingat! Tuhan saja memberikan petunjuk kepada para nabi untuk kaumnya
3. Jangan pernah menyia-nyiakan peluang
Dalam sebuah training di Subang seorang pembicara pernah berkata, "Jangan pernah menyia-nyiakan peluang yang ada karena orang sukses adalah orang yang pandai mengambil peluang" di saat di lontarkannya sebuah pertanyaan dan kala itu peserta ragu-ragu dalam menjawab pertanyaannya. Saya sangat setuju sekali dengan pendapat beliau. Coba tengok ke belakang? Banyak sekali hal-hal yang sering kita abaikan padahal itu baik untuk kita. Saya juga salah satunya. Jika saja bisa saya akan kembali ke masa lalu untuk memperbaiki diri sekaligus mengambil kesempatan-kesempatan yang pernah kusia-siakan begitu saja baik dalam belajar, pengalaman, dan kejadian-kejadian. Tetapi itu adalah masa lalu tidak akan mungkin terulang kembali. Hidup kita hanya untuk hari ini dan kita sambut masa depan yang cerah.
4. Segera keluarlah dari zona nyaman yang mematikan anda
Pernahkah anda sadari bahwa setiap harinya kita hanya melakukan aktivitas yang itu-itu saja. Pagi bangun-sekolah-bermain-ngobrol ga jelas-pulang-tidur keesokan harinya terus begitu sampai terbentuklah kebiasaan. Ini yang saya maksud sebagai zona nyaman. Untuk keluar dari zona nyaman bukanlah sebuah perkara yang mudah karena untuk keluar dari zona ini tentu saja anda akan merasa tidak nyaman karena pikiran sudah memprogram kebiasaan anda sebelumnya. Dengan kita keluar dari zona nyaman menuju ke zona yang lebih baik Insya Allah kesuksesan akan segera datang menghampiri anda. Tapi ingat kemalasan akan menghambat anda keluar dari zona nyaman.
Mulai sekarang marilah kita sekuat tenaga melejitkan potensi diri kita untuk menyambut sebuah keberhasilan hidup. Sukses adalah hak kita. Dan Tuhan ingin kita sukses. Tuhan tidak ingin kita menderita dan sengsara. Ingat dia itu Maha Penyayang. Ingat! Sukses adalah sebuah pencapaian.
Semoga postingan ini dapat memotivasi saya pribadi dan anda semua.
Semoga bermanfaat. Tetap ikuti terus tips-tips dari saya selanjutnya.
Salam sukses.Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Tips Melejitkan Potensi Diri
Read More | comments

Apa yang menentukan nilai seorang manusia?

Manusia lahir ke dunia ini dalam keadaan bersih, suci dan bebas dari noda dosa. Begitulah kata seorang guru yang pernah mengajarkanku di kelas. Kita lah yang menentukan apakah bisa mengisinya dengan amalan-amalan baik atau menghindari diri dari noda-noda dosa atau paling tidak mencoba mengurangi noda-noda dosa.
Tahukah sobat hidup kita itu layaknya selembar kertas. Barangkali saya adalah orang yang senang mengumpulkan kertas-kertas atau buku-buku di rumah. Sampai-sampai ibuku sering marah-marah karena tumpukan kertas-kertas yang menumpuk di banyak tempat di sudut-sudut rumah. Tatkala ibu hendak membuang kertas itu saya melarangnya. Hehe aku punya kebiasaan itu sejak SD. Masih bisa ku temukan soal-soal ulangan sewaktu SD, SMP, dan SMA di tumpukan itu walau terlihat usang dan berwarna kecoklatan. Banyak juga buku-buku mulai dari buku paket, lembar kerja siswa (LKS), dan buku umum yang masih ku simpat dan kurawat dengan baik. Tahukah anda ternyata dua kardus besar tidak sanggup menampung koleksi buku-bukuku itu hingga ku simpan di tempat lain seperti di lemari komputer, kolong meja, dan ada buku-buku terbaru di atas meja belajar. Aku menyimpan kertas dan buku-buku itu tentu ada alasannya. Ya, karena kertas dan buku-buku itu memberikan manfaat.
Tahukah anda apa yang menentukan nilai selembar kertas? Meskipun kertas itu kertas mahal dengan kualitas kertasnya bagus namun tidak menjamin kertas itu bermanfaat bagi penggunanya. Bayangkan jika ada seseorang yang memberikan selembar kertas yang di tulis oleh seseorang terkaya di dunia dan di kertas itu bertuliskan "Saya akan memberi uang $100 juta untuk orang yang menemukan kertas ini". Atau seorang ahli waris yang menuliskan nama anda disana supaya diberikan sebagian dari harta yang seseorang punyai. Kita tahu bahwa yang menentukan selembar kertas putih bersih adalah isi dan manfaatnya. Setuju? Begitupun hidup kita. Tuhan menciptakan kita dengan rupa-rupa yang bermacam macam. Ada yang berkulit putih, hidung mancung, rambut lurus, badan tinggi, wajah tampan, cantik, senyum manis, dll. Apakah itu yang menentukan nilai seorang manusia. Tentu tidak kan. Yang menentukan nilai seorang manusia adalah isi hati dan manfaat kita bagi orang lain seperti nilai selembar kertas.
Hari ini kita belajar dari selembar kertas putih. Barangkali semua perbuatan kita juga pasti akan di catat dalam sebuah lembaran yang dinamakan lembaran hidup. Kita bisa mengisinya dengan amalan-amalan yang baik atau amalan-amalan buruk. Jika catatan lembaran kehidupan kita dipenuhi oleh catatan-catatan yang buruk dan  tidak bermanfaat. Apakah Tuhan bersedia menerima kita kelak di sisiNya seperti yang kita tahu Tuhan hanya akan memilih orang-orang yang bersih dan suci untuk bisa menghuni surgaNya.
Jika kita adalah selembar kertas. Akankah ada orang lain yang membutuhkan kita atau paling tidak kita memberikan manfaat bagi orang lain seperti manfaat selembar kertas yang ku simpan karena manfaatnya. Semoga kita mengisi hari-hari ini dengan sesuatu yang bermanfaat bagi diri kita maupun orang lain. Jika kita hidup dipenuhi dengan catatan-catatan amal baik tentunya Tuhan akan menerima kehadiran kita disisiNya dan akan menghuni surgaNya yang sangat indah tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi penulis maupun pembacanya.
Salam positif,
Salam sukses, ;-)
Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Apa yang menentukan nilai seorang manusia?
Read More | comments

Pantang menyerah dan selalu tumbuh!

Written By Wawan Setiawan on Saturday, March 17, 2012 | 10:08 PM

Saturday, March 17, 2012

Hari-hari kemarin saya sempat bercakap-cakap dengan ayah saya menanyakan tentang sebuah falsafah pohon pisang yang pernah saya baca dalam sebuah buku. Tahukah anda pohon pisang? Anda pasti semua tahu kan? Saya pernah membaca falsafahnya. Tahukah anda jika pohon pisang di tebang sebelum waktu berbuah maka jangan harap dia akan mati. Saya jamin dia akan tumbuh lagi. Melihat dan memahami bacaan ini saya sempat penasaran makanya aku tanyakan langsung saja pada ayahku karena beliau lebih tahu. Ternyata benar saja, kata ayahku segigih apapun kita menebang pohon pisang jika pohon itu belum berbuah maka jangan harap pohon itu akan mati melainkan akan tumbuh lagi. Begitulah kata ayahku.
Mendengar itu aku sempat berfikir dan merenung sejenak. Kita bisa mengambil hikmah dari falsafah pohon pisang tersebut. Jika saja kita bisa memiliki sifat layaknya pohon pisang aku yakin kita akan menjadi jiwa yang sangat kuat dan tak mudah tergoyahkan oleh sesuatu apapun demi mencapai tujuan kita. Apa tujuan pohon pisang? Ya tentu saja berbuah. Lalu apa tujuan kita? Tentu saja berbeda-beda yang jelas tujuan itu pasti berbentuk layaknya buah yang bisa dinikmati hasil dari semua usaha yang telah dicapai. Jika anda berkeinginan menjadi seorang dokter tentunya anda juga akan berusaha menjadi seorang dokter. Jika anda berkeinginan menjadi seorang tentara tentu saja anda akan harus berjuang sekuat tenaga untuk menjadi seorang tentara. Dan jika anada ingin jadi seorang pengusaha tentu anda juga harus berjuang sekuat tenaga bagaimana mencapainya. Namun semua itu bukanlah suatu hal yang mudah layaknya kita mengucapkannya dengan bibir. Butuh usaha yang ekstra, sangat gigih, bangkit dari kegagalan, tekun, dan tentunya harus pantang menyerah.
Hari ini kita di ajarkan oleh sebatang pohon pisang tentang bagaimana itu sifat pantang menyerah dan terus tumbuh. Layaknya pohon pisang yang ditebang tetapi terus tumbuh dan tak akan pantang menyerah sebelum berbuah. Jika saja kita bisa menerapkannya ke dalam kehidupan sehari-hari saya yakin tak kan ada sesuatu hal pun yang akan membuat kita terhenti sebelum berhasil mewujudkan impian kita.
Semoga bermanfaat.
Salam sukses.Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Pantang menyerah dan selalu tumbuh!
Read More | comments

Siapa yang salah? Nasib atau diri kita?

Seringkali kita menyalahkan keadaan dengan apa yang terjadi pada diri kita. Kita lebih suka menyalahkan orang lain daripada berinstrospeksi mencari kesalahan sendiri. Banyak sekali orang-orang sekitarku yang lebih menyalahkan kebijakan pemerintah daripada mencari solusi jalan keluar masalah tersebut. Ada sebuah kisah menarik dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Nasa'i dan Tirmidzi.
Ada seorang lelaki dari kaum Anshar yang menghadap Rasulullah yang mengeluhkan nasibnya tak kunjung baik. Lelaki itu meminta agar diberikan sesuatu untuk kehidupannya,
"Wahai Rasulullah aku meminta sesuatu untuk dimakan untuk hari ini"
"Memangnya kamu tidak punya sesuatu di rumahmu" kata Rasulullah.
"Hamba cuma punya sehelai kain dan gelas besar yang dipakai untuk minum, wahai Rasulullah"
"kalau begitu bawalah kesini apa yang kau punya"
Kemudian lelaki itu pulang dan kembali sambil membawa sehelai kain dan gelas besar dan menghadap kembali ke Rasulullah.
"Wahai Rasulullah hamba membawa apa yang kau perintahkan" kata sang lelaki.
"wahai para sahabatku siapa yang hendak membeli barang-barang lelaki ini" kata beliau kepada para sahabatnya.
"aku berani membelinya dengan harga satu dirham wahai Rasulullah" kata seorang sahabat.
"adakah seseorang yang berani membelinya dengan harga yang lebih tinggi dari satu dirham" kata Rasulullah kepada para sahabat.
"aku berani membelinya sebesar dua dirham wahai Rasulullah" jawab salah seorang sahabat  Rasulullah.
Kemudian barang-barang dari lelaki itu di beli oleh salah seorang sahabat.
"wahai saudaraku sekarang kamu punya uang dua dirham,tolong nanti yang satu dirham kamu belikan makanan buat anak isterimu dan yang satu dirham tolong kau belikan kapak setelah itu kamu bisaa kembali lagi kesini" kata Rasulullah.
Akhirnya lelaki itu pulang dan membelikan makanan untuk anak isterinya dan setelah itu dia menghadap ke Rasulullah.
"wahai Rasulullah hamba telah membelikan makanan yang satu dirham dan yang satu dirhamnya lagi hamba bellikan kapak ini" kata lelaki itu.
"sekarang kamu pergi ke hutan dan gunakan kapak ini untuk mencari kayu kemudian juallah ke pasar. Saya tidak mau melihatmu selama 15 hari" jawab Rasulullah.
Lelaki itu pun pergi mencari kayu ke hutan dan akan kembali ke Rasulullah setelah 15 hari.
Setelah 15 hari lelaki itu kembali mendatangi Rasulullah.
"wahai Rasulullah hari ini hamba mempunyai uang 10 dirham sekarang hamba bisa membeli makanan untuk anak isteri hamba"
Rasulullah tersenyum sembari melihatnya.
Ada hikmah di balik kisah tersebut, pertama hindarilah sifat meminta kepada orang lain. Usahakan semua yang didapat adalah berasal dari jerih payah sendiri dan hasil keringat sendiri. Kedua, hindarkan sifat menyalahkan orang lain karena mungkin saja apa yang terjaadi itu berasal dari kesalahan kita sendiri. Seperti yang terjadi kepada lelaki itu yang mengadukan nasibnya ke Rasulullah.
Semoga kisah ini bermanfaat.
Salam sukses.
Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Siapa yang salah? Nasib atau diri kita?
Read More | comments

Hati-hatilah dengan pikiran anda!

Written By Wawan Setiawan on Friday, March 16, 2012 | 10:41 AM

Friday, March 16, 2012

Salah satu perbedaan manusia dengan makhluk Allah yang lainnya adalah manusia di anugerahi pikiran sedangkan yang lain tidak. Tahukah anda bahwa otak anda mempunyai kekuatan yang luar biasa yang terdiri dari milyaran sel. Tahukah anda bahwa energi listrik yang dihasilkan otak manusia bisa menerangi sebuah negara. Subhanallah! Sungguh luar biasa bukan? Namun apabila otak anda yang luar biasa itu tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan justru anda mengisinya dengan sesuatu yang tidak bermanfaat. Apa yang akan terjadi? Dan sebaliknya apabila otak kita hanya di isi oleh pikiran yang positif dan bermanfaat tentu akan membuat sebuah kekuatan luar biasa yang belum pernah ada sebelumnya. Barangkali ini adalah salah satu perbedaan antara orang yang pintar dengan orang yang bodoh, orang bijak dengan orang awam, orang sukses dengan orang gagal.
Banyak sekali para motivator yang berkata "Hati-hati dengan pikiran anda karena apapun yang anda pikirkan itulah yang akan terjadi". Saya sangat setuju dengan pendapat mereka karena memang semua hal itu berawal dari pikiran kita. Jika kita berpikir kita bisa melakukan suatu hal maka kita bisa melakukannya dan sebaliknya apabila kita berfikir kita akan gagal maka gagalah kita. Persis seperti pendapat orang inggris yang berbunyi You are what you think.
Dalam salah satu buku yang berjudul Aladin Factor karya Jack Canfield dan Mark Viktor menyebutkan bahwa setiap hari manusia menghadapi kurang lebih 60.000 pikiran. Jika pikirannya bersifat positif maka akan membawa dirinya ke arah yang positif sebaliknya jika cara berfikirnya negatif maka sifatnya juga akan negatif.
Dalam sebuah penelitian sebuah Universitas Kedokteran di San Fransisco menyebutkan bahwa 80 % dari pikiran manusia bersifat negatif. Berarti jika dalam satu hari ada 60.000 pikiran maka kita memiliki 48.000 pikiran negatif setiap harinya. Untuk itu kita harus ekstra hati-hati dalam memasukan sesuatu kedalam pikiran kita.
Mulai sekarang marilah kita hidup dengan pikiran positif dan mulai kenalilah pikiran negatif yang datang ke pikiran serta kemudian membuangnya jauh-jauh dan ganti dengan pikiran positif.
Salam positif, salam sukses!
Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Hati-hatilah dengan pikiran anda!
Read More | comments (1)

Syukur membuat hidup lebih bahagia

Written By Wawan Setiawan on Thursday, March 15, 2012 | 11:53 AM

Thursday, March 15, 2012

Adalah sangat wajar bagi setiap manusia yang serba berambisi ingin mendapatkan kepuasaan karena manusia diciptakan oleh Tuhan dibekali dengan nafsyu. Tetapi dengan nafsu ini bukan berarti manusia menjadi manusia yang sangat rakus menghalalkan segala cara demi mendapatkan apa yang di inginkan. Tuhan juga menciptakan pasangan yang akan mengalahkan nafsyu yaitu sabar dan syukur. Dengan bersabar kita akan lebih kuat ketika kita menghadapi sesuatu yang menyakitkan dalam hidup ini untuk selanjutnya bangkit kembali. Dengan bersyukur kita akan lebih merendahkan hati kita bahwa pemilik semua ini adalah Allah Yang Maha Kuasa. Kita akan merasakan ketenangan hidup yang lebih berarti tatkala kita mempunyai sifat syukur.
Dalam salah satu Reality Show di salah satu stasiun TV swasta ada acara orang kaya yang bertukar hidup dengan orang miskin dan sebaliknya orang miskin hidup di kehidupan orang kaya. Orang miskin yang hidup di kehidupan orang kaya sangat menikmati kehidupan barunya walau kadang kesulitan beraktivitas karena belum terbiasa beraktivitas di kehidupan orang kaya. Sementara orang kaya yang hidup di kehidupan orang miskin juga kesulitan karena terbiasa hidup di suasana yang serba ada. Disini saya dapat menyimpulkan keduanya sama sama tidak enak. Kenapa? Karena sebenarnya yang menjadi satu-satunya tolak ukur kebahagiaan bukanlah harta dan materi. Lalu apakah itu? Ya anda benar itu adalah rasa syukur. Orang kaya akan bahagia jika mensyukuri titipan Illahi itu dan dapat menggunakannya ke jalan yang benar bukan jalan yang di bisikan oleh nafsyu.
Siapakah yang ingin kaya? Semua pasti ingin kaya. Saya juga. Kita pasti semua berusaha untuk mengumpulkan materi dan menjadi kaya. Tapi mengapa ya kita itu selalu merasa kurang dengan apa yang kita punya? Kita sudah punya pekerjaan tapi ingin motor, setelah punya motor kita ingin mobil, setelah punya mobil satu ingin dua. Setelah punya dua mobil ingin rumah, setelah punya rumah ingin rumah mewah, dst. Begitulah keinginan manusia yang tiada habisnya karena bisikan nafsyu selalu ada.
Jadi jangan-jangan yang kurang itu bukan harta dan materi tetapi rasa syukur kita ya?
Dengan menanamkan rasa syukur kita akan selalu merasa tenang menjalani hidup ini karena apabila rasa syukur tidak ada dalam konsep diri kita maka jiwa ini akan selalu di lumuti oleh hasrat-hasrat keinginan  syaitan seperti yang kita tahu tugas syaitan itu menjerumuskan manusia.
Jika kita bersyukur dunia akan terasa indah bagaimana pun keadaannya.
Semoga bermanfaat.
Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Syukur membuat hidup lebih bahagia
Read More | comments (1)

About Me

My photo
Subang, Jawa Barat, Indonesia
 
Copyright © 2011. Sang Pemenang . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website