Moslem Hadees

Written By Wawan Setiawan on Friday, December 16, 2011 | 11:51 PM

Friday, December 16, 2011

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
A man asked the Prophet, "O Allah's Apostle! What kind of charity is the best?"

He replied. "To give in charity when you are healthy and greedy hoping to be wealthy and afraid of becoming poor. Don't delay giving in charity till the time when you are on the death bed when you say, 'Give so much to so-and-so and so much to so-and so,' and at that time the property is not yours but it belongs to so-and-so (i.e. your inheritors)."

[Bukhari Book:51 No:11]
 The Revival of Islam It is not appropriate to ask someone to leave his sitting place for someone else: “Never should anyone of you make someone rise from his place and sit in his place; rather, make more room for others to sit.” (Bukhari and Muslim)
....The Revival of Islam Never separate two persons sitting: “It is not permissible for a man to separate two men (by inserting himself sitting between them) unless they give permission.” (Abu Dawud and Tirmidhi)

Sahih Bukhari,Volume 7, Book 64, Number 265: Narrated Abu Huraira:

The Prophet said, "The one who looks after a widow or a poor person is like a Mujahid (warrior) who fights for Allah's Cause, or like him who performs prayers all the night and fasts all the day."
 
Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Moslem Hadees
Read More | comments

"BEAUTIFUL STORY"


A boy said to his father: "I saw a girl and I want to marry... her. She is so beautiful and she has gorgeous eyes. The father answered his son: of course son, let’s ask for her hand in marriage." When the father saw the girl, he admired her beauty and he told his son: "You don’t deserve this girl, she needs someone who has experience in life and she can depend on, someone like me." The boy was surprised by the attitude of his father and he told him : "She will marry me, not you”. They started to fight and finally they decided both to go to the police station to solve their problem. When they tell their story to the police officer, he told them:”bring the girl so we can ask her about her opinion about this. " When the officer saw the beauty of the girl he said to the boy and his father:”you both don’t deserve her, she needs someone who has prestige like me.” The 3 men started a fight and decided to go to the minister to solve their problem. When the minister saw the girl, he said: "She deserves to be married with a minister like me”. The prince heard about their problem and call them all to help them solve it but and when he saw the girl he said : "This girl will marry me” . All the 5 men started to fight. Finally, the girl said “I have the solution! I will start to run and whoever catches me first, he will be my husband”. When she started to run, the boy, his father, the police officer, the minister and the prince started to run to catch her. Suddenly the 5 men fell into a deep hole. The girl looked to them from the top and she said “did you know who am I?” I am the Dunya THE LIFE!! People want to run to catch me, they are racing to have me. By doing that, they forget their religion, until they end up in their grave and won’t have me....!!!!!!

Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: "BEAUTIFUL STORY"
Read More | comments

SURAT PERJANJIAN GADAI SAWAH

Surat Perjanjian Gadai Sawah
Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama                                   : TARDI
Umur                                    : 50 Tahun
Pekerjaan                             : Petani
Alamat                                  : Dusun Karang Tempel Desa Cigugur Kaler
                                              Kecamatan Pusakajaya Kabupaten Subang                                         
Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA

Nama                                   : RABAN
Umur                                    : 40 Tahun
Pekerjaan                             : Pedagang
Alamat                                  : Dusun Curug Bogis Desa Cigugur Kaler
                                              Kecamatan Pusakajaya Kabupaten Subang                                       
Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA

MENGINGAT :

Pada hari Senin  12 Desember 2011 PIHAK PERTAMA telah menggadaikan sawah seluas ( ½  bau atau 250 Bata). PIHAK KEDUA telah menyepakati dan memberikan uang kepada PIHAK PERTAMA sebesar Rp. 45.000.000,00 (Empat Puluh Lima Juta Rupiah).

MAKA, berkenaan dengan keterangan-keterangan tersebut di atas, kedua belah pihak sepakat untuk mengadakan Perjanjian Gadai Sawah (Selanjutnya disebut “Perjanjian”) atas dasar syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

Pasal 1
KESEPAKATAN
PIHAK PERTAMA dengan ini sepakat untuk meng-gadaikan sawah kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA dengan ini pula sepakat untuk menerima gadai dari PIHAK PERTAMA sebidang tanah yang berukuran  250 bata atau seluas ( ½ ) Bau  yang terletak di Desa Cigugur Kaler Kecamatan Pusakajaya Kabupaten Subang.
(Selanjutnya di sebut “Tanah”)

Pasal 2
TUJUAN
Bahwa PIHAK KEDUA akan mempergunakan tanah tersebut untuk tanah garapan.

Pasal 3
SERAH TERIMA TANAH
Pada saat perjanjian ini ditandatangani, PIHAK PERTAMA menyerahkan tanah kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima penyerahan itu sesuai menurut kondisi yang nyata pada hari penyerahan tersebut.

Pasal 4
PERJANJIAN
Perjanjian gadai ini berlaku sejak tanggal perjanjian ini ditandatangani sampai PIHAK PERTAMA hendak membayar dan melunasi atau menebus barang gadaiannya (Sebidang tanah berukuran ½ Bau atau 250 Bata) apabila PIHAK PERTAMA belum bisa menebus tanah garapan tersebut maka tanah tersebut masih bisa dikelola oleh PIHAK KEDUA.
                                           
Pasal 5
PENYERAHAN UANG
Uang gadai sawah diserahkan langsung dari PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA sebesar Rp. 45.000.000 (Empat Puluh Lima Juta Rupiah) pada saat perjanjian ini di tandatangani.

Demikianlah perjanjian ini di buat dan di tandatangani pada hari Senin  12 Desember 2011 dengan sebenarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun.
                                                              
                                                                 Mengetahui,

              PIHAK PERRTAMA                                                        PIHAK KEDUA






                    ( T  A  R  D  I )                                                                ( R  A  B  A  N  )   



SAKSI – SAKSI


1. ………………………………………….                     (                                                              )
2. ………………………………………….                     (                                                              )
3. ………………………………………….                     (                                                              )
Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: SURAT PERJANJIAN GADAI SAWAH
Read More | comments (2)

KENAKALAN REMAJA

Written By Wawan Setiawan on Thursday, December 15, 2011 | 3:12 PM

Thursday, December 15, 2011


Berdasarkan pengamatan saya dari orang – orang sekitar di temukan bahwa kenakalan remaja berasal dari ketidaktahuan akan perannya sebagai remaja sehingga kemudian mereka berusaha mencontoh seorang figur yang berasal dari orang sekitar ataupun dari Film, tv, juga atau orang di luar lingkungannya yang dianggap bagus. Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan mereka tidak tahu yaitu : pendidikan, didikan orangtua, lingkungan, pengaruh teman sebaya,  dan pengaruh media.

1.       Pendidikan
Pada zaman penjajahan dulu cara pandang masyarakat kita tidak seperti sekarang ini salah satunya adalah akibat pengaruh pendidikan. Pendidikan memiliki peran yang sangat menonjol bagi kecerdasan atau intelektual seseorang. Masalah kemiskinan yang mendera berbagai daerah di bangsa kita ini salah satunya adalah karena tidak tersalurkannya pendidikan yang layak bagi mereka. Mengapa pendidikan yang harus berperan? Karena didalamnya ada suatu proses mendidik seseorang menuju tingkatan yang lebih maju daripada sebelumnya atau mendidik dari hal yang tidak bisa menjadi bisa. Atau proses menggali potensi manusia untuk selanjutnya dapat dikembangkan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan baginya. Adapun sarananya adalah sekolah dan lembaga pendidikan yang lain yang dibantu oleh staff pengajar atau guru.
2.       Didikan orangtua
Jika tadi pendidikan adalah penggali potensi manusia maka didikan orang tua adalah pengawas jalannya proses pendidikan karena  waktu di rumah lebih banyak daripada di sekolah. Untuk itu dibutuhkan pengawasan juga didikan dari orangtua untuk mengefektifkan jalannya proses pendidikan anak.
3.       Lingkungan
Lingkungan adalah salah satu faktor eksternal yang juga menentukan dalam proses pembentukan jati diri seseorang. Jika lingkungannya membuat dia berkembang maka dengan mudah semua potensinya pun dapat dimaksimalkan dan sebaliknya apabila seseorang berada dalam lingkungan yang kurang baik maka akan berdampak pada pribadi seseorang. Ada sebuah pendapat yang mengatakan “Jika seseorang bergaul dengan seorang kyai maka bisa jadi orang itu menjadi kyai dan apabila seseorang bergaul dengan preman bisa jadi ia menjadi preman seutuhnya”. Saya sangat setuju dengan pendapat tersebut karena dalam Islam juga mengajarkan agar kita bergaul dengan orang-orang alim (berilmu) artinya ya supaya kita berilmu.
4.       Pengaruh teman sebaya
Manusia membutuhkan oranglain karena manusia adalah makhluk sosial yaitu manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya seorang diri melainkan membutuhkan orang lain tujuannya agar manusia bisa saling berinteraksi yang menguntungkan satu sama lain.
Dan semua manusia mempunyai seseorang yang telah berkomunikasi sekian lama atau yang dinamakan dengan teman sebaya. Kadang-kadang hasil pemikiran kita itu cenderung dinilai dari orang lain contoh jika seseorang membeli Handphone pasti dia akan menanyakan kepada temannya. “Yang ini bagus engga yah kalo menurut aku mah sih keren” terus salah seorang temannya menyangkal “Wah ini mah jelek sob masih mending yang ini saja”, “Oh iya bener, ok aku beli yang ini”. Dari percakapan tadi didapatkan bahwa sisi emosional manusia adalah mudah terpengaruh oleh orang lain. Maka dalam hal ini pengaruh teman sebaya cukup menentukan bagi pembentukan kepribadian seseorang. Jika teman sebayanya positif maka dia pun positif dan sebaliknya jika tingkah laku teman sebayanya negatif maka dia pun negatif.
5.       Pengaruh Media
Seperti yang pernah disebut di atas bahwa pembentukan pribadi manusia juga bisa karena mencontoh salah seorang figur atau tokoh. Perkembangan dunia pertelevisian Indonesia disertai dengan maraknya acara TV dan tidak menutup kemungkinan akan adanya ketergantungan akan hal ini. Apalagi dengan maraknya sinetron, film layar lebar, acara gosip dan lain-lain membuat penontonnya menjadi  tidak mau beranjak dari depan layar kaca. Pengaruh-pengaruh dari figur-figur tertentu pun sangat mudah menjangkit penontonnya khususnya para remaja. Mereka meniru tokoh yang mereka sukai di televisi dari mulai model rambut, tren baju, sampai sifat khas yang dimiliki figur yang ditirunya. Diperlukan peran orangtua dalam membimbing anaknya agar tidak terbawa ke arah negatif dari media ini. Bukan berarti tidak boleh menonton, menonton itu tidak dilarang yang dilarang adalah ketika si penontonnya meniru sifat negatif dari aktor tersebut. Sekali lagi orangtua harus mengawasi anaknya bila perlu dampingi ia ketika menonton televisi.
Written by : Wawan Setiawan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Bahasa Inggris
Universitas Subang
Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: KENAKALAN REMAJA
Read More | comments

About Me

My photo
Subang, Jawa Barat, Indonesia
 
Copyright © 2011. Sang Pemenang . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website