Home » » Bagaimana melawan Rasa Sakit?

Bagaimana melawan Rasa Sakit?

Written By Wawan Setiawan on Friday, April 13, 2012 | 10:08 AM

Beberapa bulan yang lalu saya mengalami sebuah kecelakaan motor yang menyebabkan tulang selangka sebelah kiri patah. Dirawat di salah satu pengobatan tradisional tulang patah di Cisalak, Subang.

Pada hari pertama rasa sakit yang ku rasa begitu luar biasa sakitnya. Malam harinya saya tidak bisa tidur dengan nyenyak. Untunglah disana ada ayah dan ibu yang setia menunggu. Makasih ya Mom and Daddy.  ;-)

Sore hari setelah kecelakaan saya sempat bercerita dengan salah satu teman yang pernah mengalami patah tulang. Beliau menasihati saya agar tetap tenang ketika malam tubuh terasa sakit karena begitulah yang beliau rasakan dulu. Untunglah sewaktu mengalami kejadian itu teman saya sudah memberitahukan sebelumnya jadi rasa sakit bisa sedikit kuatasi.

Tahukah anda rasa sakit pada tulang selangka membuatku tak bisa membangunkan tubuh ketika sudah berbaring. Total saya tidak bisa bangun dengan sendirinya jika tanpa bantuan ayah dan ibu. Berada disana serasa ada pada kurungan penjara yang terpasang jerusi besi disekitarnya, begitulah perasaan yang selalu ada dalam setiap pikiran yang kujalani. Apalagi ketika si tabib memvonis supaya tinggal disana sampai minimal 2 minggu menjalani masa pengobatan. Perasaan pun menjadi tidak menentu dan menyebabkan rasa sakit ini semakin tambah sakit.

Setiap hari kujalani laksana ada dalam sebuah siksaan. Rasa sakit, kecewa, kesal, dan kadang marah sering muncul dalam hari-hariku disana yang tempatnya sangat jauh dari rumah. Semakin aku kesal semakin tak menentu pikiran ini menjadikanku tak nafsu makan dan hanya inginkan satu hal yaitu sembuh dan bisa berkumpul bersama teman-teman di kampus.

Setelah beberapa hari kulewati, teman, saudara rekan pun berdatangan untuk menjenguk, dan saya sedikit terhibur dan punya semangat lagi. Sampai akhirnya saya berpikir bahwa sebenarnya yang menyebabkan rasa sakit menjadi tambah sakit itu adalah pikiranku sendiri. Setelah itu aku berubah untuk tidak akan lagi mengeluhkan rasa sakit dan bersilaturahmi dengan orang-orang disana termasuk para pasien. Hari-hariku yang dulu kujalani dengan jenuh kini berubah menjadi hari yang ceria penuh canda tawa dan satu hal yang luar biasa adalah rasa sakit yang ada di tubuh ini seakan terasa tak ada saat aku menikmati hari-hariku dengan penuh ceria, ngobrol dengan orang-orang sekitar, bercanda satu sama lain, dan aku sangat menikmati itu semua.

Ternyata benar pendapat Herbert Spencer dalam bukunya Energy Medicine yang berkata bahwa sebenarnya penyakit yang menimpa tubuh kita ini adalah 90% disebabkan oleh jiwa. Artinya apa yang dipikirkan oleh jiwa akan mempengaruhi tubuh. Dilanjut oleh penelitian Fakultas Kedokteran di San Fransisco bahwa 75% dari penyakit yang menyerang tubuh adalah dialog negatif dengan jiwa. Kita harus hati-hati dengan pikiran kita karena itu akan mempengaruhi kinerja tubuh kita. Jika anda punya rasa sakit janganlah pernah mengeluh karena itu hanya akan menambah rasa sakit anda. Nikmati sajalah! Istilahnya kita berdamai dengan penyakit. Jika punya penyak tumor, kanker, diabetes, atau penyakit jantung saya sarankan agar berdamailah dengannya.

Bayangkan jika setiap hari kita terlalu memikirkan itu? Bisa-bisa 2 hari kita tewas di buatnya. Hehe. Berdamailah dengannya! Ini akan mengurangi penyakit itu menyebar ke anggota tubuh lainnya. Katakanlah pada penyakit itu, "Wahai penyakit akan ku terima kehadiranmu di tubuhku dan aku tak akan terpengaruh oleh rasa sakit yang kau buat".

Semoga Bermanfaat.
Salam sukses.

2 comments:

Spoiler Untuk lihat komentar yang masuk:
duniasharing said...

heheeh tergantung dari kita sendiri ya kang bagaimana melawan rasa sakit tersebut :D

makasih kang postingan nya

Galih Tri Haryadi said...

bener juga ne


Post a Comment

 
Copyright © 2011. Sang Pemenang . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website