Home » » Kisah tentang sikap Sabar dan Pantang Menyerah

Kisah tentang sikap Sabar dan Pantang Menyerah

Written By Wawan Setiawan on Saturday, November 24, 2012 | 9:40 PM

Kisah tentang sikap Sabar dan Pantang Menyerah - Alkisah sekelompok kelinci yang berjumlah masing-masing 5 kelinci betina dan jantan sedang berjalan-jalan di tepi hutan. Mereka telah menempuh perjalanan yang sangat jauh sekali. Rasa capek, perih, lapar, dan dahaga pun tak dapat terhindarkan.

Tujuan mereka hanya satu yaitu menuju istana sang raja dan mendapatkan jabatan. Sebelumnya raja pernah menjanjikan kepada mereka yaitu siapa saja yang bisa mencapai istana raja maka dia akan mendapatkan jabatan di istana.

Karena perjalanan sudah ditempuh sangat jauh, salah seorang dari mereka berkata, "sudahlah kita berhenti saja, jangan lanjutkan perjalanan ini".

"hey kamu, apakah kamu akan menyia-nyiakan ribuan kilometer yang sudah kita tempuh? Kita pasti bisa menuju istana raja". kata salah seorang kelinci.

"sudahlah lupakan saja tentang istana raja, lagipula kita sudah terlalu capek menempuh perjalanan ini, mari hentikan saja!. Lagipula kita gak akan dapat apa2 dari sang raja" kata seorang kelinci dengan mental pesimisnya.

Salah seorang dari mereka tergoda akan ucapan dari salah seorang kelinci dan mereka memutuskan untuk mengehntikan perjalanan dan beristirahat di tempat pemberhentiannya. Sementara 8 ekor lainnya melanjutkan perjalanan.

Beberapa kilometer pun sudah mereka tempuh kini mereka harus melewati bukit-bukit tinggi. Rasa lelah pun tak dapat dihindarkan, mereka bertahan dalam panasnya terik matahari dan diinginnya udara malam. Namun perjalanan baru seperempat saja masih cukup jauh untuk sampai di istana.

Karena merasa frustasi dan tidak sabar sampai menuju tempat tujuan, 3 ekor kelinci pun mengikuti jejak kedua kelinci pertama yaitu berhenti dan melupakan istana raja. Namun kelinci-keinci lain masih bersemangat menuju istana sang raja. Akhirnya tersisa 5 orang kelinci saja yang melanjutkan perjalanan.

Hanya tinggal setengah perjalanan lagi untuk sampai ke istana. Kali ini mereka harus menghadapi gunung tinggi dengan udara sangat dingin dan melewati sungai-sungai yang banyak terdapat ular berbisa yang bisa memangsanya kapan pun.

Setapak-demi setapak mereka mendaki gunung dan mulai merasakan dinginnya udara namun mereka tetap masih bertahan dan berhasil melewatinya. Kini mereka harus melewati sungai yang penuh dengan ular berbisa. Belum sampai di kawasan sungai, seorang penunjuk jalan di depan dengan secara tiba-tiba di patok sang ular dan hampir2 dimakan oleh ular itu. Ia pun terluka dan berhenti sejenak mengobati luka kawannya yang terluka.

Salah seorang dari kelinci berbisik kepada kawannya, "Wahh gila ya, ini belum nyampe kawasan sungai tapi kok udah ada ular berbisa yang mengigit pimpinan kita. Aku takut kita kenapa-kenapa". Bagaimana jika kita hentikan saja perjalanan ini"

"Gimana ya? ya udah deh aku setuju, tapi aku ga enak nih sama pimpinan" kata temannya.
"Oke gini saja, gimana kalo kita pura-pura sakit saja agar kita tidak melanjutkan perjalanan"
"Wahh ide bagus tuh" sahut kawannya.

Kedua kelinci itu pun pura-pura sakit dan meminta ijin ke pimpinan agar berhenti dan tidak melanjutkan perjalanan, sementara pimpinan yang kakinya terluka bersama 2 ekor kelinci lainnya memilih melanjutkan perjalanan.

Setibanya di sungai yang katanya penuh dengan ular berbisa, ketiga ekor kelinci itu melangkah dengan penuh rasa takut dan ekstra hati-hati kalau-kalau ada ular menyerang.

Selangkah, dua langkah, tiga langkah, satu, dua, tiga, dan empat kilometer mereka tidak juga menemukan adanya ular. Ternyata itu hanyalah kabar angin saja. Dengan semangat yang membara akhirnya ketiga kelinci itu sampai di istana raja dan mereka berhak mendapatkan jabatan di istana serta kehidupan yang layak

SELESAI

Pesan Moral :

Kadang dalam hidup kita dihadapkan akan sebuah impian-impian di masa depan. Pada awalnya kita bersemangat, bekerja keras, seakan-akan tidak ada yang bisa mengehntikan kita. Namun karena ketidaksabaran dalam meraih impian akhirnya kita menyerah begitu saja.

Sebagian lain masih ada yang bersemangat dan tak mau menyerah, namun apalah artinya hidup tanpa cobaan. Ujian dan cobaan hidup sudah pasti akan datang menghalangi kita. Sebagian orang memilih berhenti menghindari ujian tersebut dan alhasil mereka pun gagal meraih impian. Sementara untuk orang yang tekun dia lah yang berhasil membuat mimpinya menjadi nyata.

4 comments:

Spoiler Untuk lihat komentar yang masuk:
Vicio rizky said...

lumayan ni buat motivasi komen back y

Nindy Aditya Dewi said...

Wah motivasinya hebat,
Kunjungan balik ya kak...

Ace Maxs H2o said...

Berkunjung kawan..makasih atas infonya..salam kenal

Cara Menjadi Agen Ace Maxs said...

Sukses untuk web nya, semuanya bermanfaat


Post a Comment

 
Copyright © 2011. Sang Pemenang . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website