Home » » Kisah tentang Cinta Sejati

Kisah tentang Cinta Sejati

Written By Wawan Setiawan on Tuesday, November 6, 2012 | 10:44 PM

Kisah tentang Cinta Sejati yang sangat Inspiratif dan bisa menjadi teladan bagi kita semua.

Cinta itu buta. Begitulah pepatah bilang. Apakah benar cinta itu buta?
Memang karena sebuah cinta dan kasih sayang sesuatu yang pahit bisa menjadi manis, suasana sengsara bisa menjadi bahagia. Inilah yang mungkin yang disebut-sebut orang bahwa cinta itu buta. Seseorang akan dibutakan hatinya oleh sebuah rasa cinta. Karena cinta seseorang bahkan akan melakukan apapun demi seseorang yang dicintainya.

Cinta memang sebuah hal yang luar biasa karena kekuatannya bisa menyatukan dua insan kedalam sebuah rasa sayang yang menentramkan hati. Bersyukurlah Allah telah memberikan anugerah cinta kepada setiap manusia. Mungkin tanpa cinta dunia akan terasa hambar dan hampa.

Seperti sebuah kisah tentang dua orang pasangan di negeri Cina yang menjalin sebuah cinta sejati yang telah menginspirasi jutaan umat manusia di seluruh dunia.Kedua pasangan ini saling mengasihi satu sama lain hingga ajal menjemput ia masih dalam sebuah lingkaran kasih sayang sebuah cinta sejati.

Laki-laki berusia 70 tahun telah memahat 6000 anak tangga untuk membuat sebuah jalan kepada isteri tercinta yang berusia 80 tahun. Tempat dimana mereka tinggal sampai mengehmbuskan nafas terakhit di dalam sebuah goa di Cina.

Alkisah seorang pemuda yang bernama Liu Guojiang berusia 19 tahun jatuh hati kepada seorang janda berusia 29 tahun bernama Xu Chaoqin. Perbedaan usia yang cukup jauh antara pasangan ini membuat masyarakat sekitar memberi celaan kepada Xu maupun Liu dimana menurut tradisi mereka adalah sebuah hal yang memalukan dan tak bermoral jika seorang Pria menikahi seorang Wanita yang memiliki perbedaan umur cukup jauh (tua) dari pria.

Untuk menghindari semoohan dan celaan dari masyarakat sekitar kedua pasangan ini memutuskan untuk mengembara ke sebuah tempat yang jauh dan tibalah mereka berdua di sebuah goa nan sepi dari keramaian orang banyak. Tempat itu adalah sebuah hutan yang belum pernah dihuni oleh satu orang pun.

Untuk bertahan hidup sang suami Liu Guojiang berjuang menafkahi isterinya Xu Chaoqin dengan sekuat tenaga mencari sesuatu yang bisa dimakan di tempat itu. Karena tidak ada buah-buahan dan perlatan untuk memasak mereka berdua dengan terpaksa harus memakan rerumputan dan akar-akaran yang mereka temui di sekitar gunung.

Liu membuat sebuah lampu minyak tanah untuk menerangi hidup mereka.
Xu selalu merasa bahwa ia telah mengikat Liu dan ia berulang-kali bertanya, “Apakah kau menyesal?”
Liu selalu menjawab, “Selama kita rajin, kehidupan ini akan menjadi lebih baik.”

Setelah 2 tahun mereka tinggal di gunung, Liu mulai memahat anak-anak tangga untuk isterinya agar ia dapat turun gunung dengan mudah. Dan ini terus berlangsung selama 50 tahun.

Setengah abad kemudian, di tahun 2001, sekelompok pengembara (adventurers) melakukan eksplorasi ke hutan itu. Mereka terheran-heran menemukan pasangan usia lanjut itu dan juga 6000 anak tangga yang telah dibuat Liu.

Pasangan ini hidup dalam damai selama lebih dari 50 tahun. Suatu hari Liu yang sudah berusia 72 tahun pingsan ketika pulang dari ladang. Xu duduk dan berdoa bersama suaminya sampai Liu akhirnya meninggal dalam pelukannya. Karena sangat mencintai sang istri, genggaman Liu sangat sukar dilepaskan dari tangan Xu, istrinya.

“Kau telah berjanji akan memeliharakanku dan akan terus bersamaku sampai aku meninggal, sekarang kau telah mendahuluiku, bagaimana aku akan dapat hidup tanpamu?”
Selama beberapa hari Xu terus-menerus mengulangi kalimat ini sambil meraba peti jenasah suaminya dan dengan air mata yang membasahi pipinya.

Liu Ming Sheng, satu dari 7 orang anak mereka mengatakan, “Orang tuaku sangat saling mengasihi, mereka hidup menyendiri selama lebih dari 50 tahun dan tak pernah berpisah sehari pun. Selama itu ayah telah memahat 6000 anak tangga untuk menyukakan hati ibuku, walau pun ia tidak terlalu sering turun gunung.”

Kisah kedua pasangan tersebut kini menjadi sebuah kisah yang sangat populer dan di abadikan oleh masyarakat Cina. Pemerintah juga memutuskan untuk melestarikan anak tangga yang di buat oleh Liu Guojiang di tempat kediamannya tersebut.

Kini tempat mereka berdua telah menjadi museum yang dikunjungi banyak orang yang tertarik tentang cerita kehidupan kedua pasangan tersebut.

Semoga kita dan pasangan kita bisa menjadi pasangan yang selalu mengasihi dan menebarkan rasa cinta sampai akhir hayat menjemput.

1 comments:

Spoiler Untuk lihat komentar yang masuk:
Vicio rizky said...

sayang ane msih jomblo T.T komen back di puisina ya


Post a Comment

 
Copyright © 2011. Sang Pemenang . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website