Showing posts with label Rahasia Sukses. Show all posts
Showing posts with label Rahasia Sukses. Show all posts

Kisah Blogger Sukses asal Indonesia, Penghasilan Ratusan Juta

Written By Wawan Setiawan on Monday, February 4, 2013 | 11:25 PM

Monday, February 4, 2013

Kisah Blogger Sukses Indonesia
Dunia internet marketing memang menjadi suatu hal yang baru dan belum cukup diminati oleh masyarakat Indonesia jika dibanding dengan beberapa negara luar seperti India, Singapura, China, dan lain-lain. Padahal potensi pendapatan yang dapat kita raih dari internet marketing bisa dibilang luar biasa. Dengan hanya duduk di depan PC atau Laptop kita bisa menghasilkan uang hingga puluhan bahkan ratusan juta lewat internet. Nah, hal ini pulalah yang dilakukan oleh seorang blogpreneur sukses asal Makasar, Asri Tadda.

Asri memulai aktivitas blogging pada akhir tahun 2012, pada awalnya beliau menulis beberapa artikel di blog hanya untuk keperluan pribadi, curhat-curhat online lah istilahnya. Kegemarannya dalam menulis membuat pria yang kuliah di Fakultas Kedokteran UNHAS tersebut semakin gila dengan aktivitas ngeblog. Bahkan disela-sela kesibukan kuliah, ia sering bolos mangkal di warnet dekat kampus.

Waktu terus berlanjut sampai akhirnya beliau menemukan titik terang dari aktivitas ngeblog yang selama ini ia lakukan. Ia sedikit demi sedikit mulai mengenal Blog Monetizing. Blog monetizing adalah cara bagaimana kita mendapatkan uang melalui aktivitas ngeblog yang dilakukan.

Beliau mengawali langkahnya melalui salah satu blog adversiting yang dikembangkan oleh Google yang bernama Google Adsense. Dari sana ia pernah suatu waktu mendapatkan $400 USD yang ia gunakan untuk menraktir teman-temannya di kampus. Perjalanannya terus berkembang sampai akhirnya ia punya penghasilan tetap rata-rata $1000 USD per bulannya.

Waktu terus berjalan sampai akhirnya ia mendapatkan banned atau dipecat dari Google karena alasan pengetahuan yang tidak memadai mengenai blogging dan juga bahasa inggris yang pas-pasan dan masih terkesan belepotan (dulu Google adsense belum support bahasa Indonesia sehingga kita harus membuat blog-blog bahasa inggris untuk bisa mengikuti program ini, kini, mulai awal tahun 2012 Google Adsense sudah support bahasa Indonesia).

Beliau tidak menyerah, sampai akhrinya ia mengikuti program make money blog yang lain yaitu program paid review. Dengan koleksi jumlah 50 blog dari salah satu penyedia hosting gratis blogspot, dimana kesemuanya blognya berbahasa Inggris. Dari sana ia terus berjuang mencari recehan dollar.

Waktu terus berjalan sampai akhirnya ia mendapatkan pendapatan dari penjualan link tersebut berupa jumlah minimal Paypal yang dapat di ambil yaitu $100. Kemudian Asri membeli jasa hosting seharga US$ 95 serta domain US$ 10. Maka, Asri resmi berpindah dari blog gratis ke blog profesional. "Tantangan terbesar saya saat itu, saya tidak tahu marketing dan bahasa Inggris pas-pasan," ujarnya.

Setelah berpindah ke self-hosting, Asri nekat mendirikan beberapa bisnis, diantaranya jual beli artikel online yang bernama Article Trade. "Hasilnya lumayan. Sehari bisa laku 50 artikel. Padahal artikel sepanjang 200 kata saja sudah bisa dibanderol harga US$ 5. Untuk fee penulis US$ 2, masuk saku saya US$ 3," kenang Asri.

Selain bisnis Article Trade, Asri juga mendirikan bisnis internet marketing lainnya yaitu jasa SEO (Search Engine Optimatization), jaringan blog advertising, layanan iklan baris, dan lain-lain. Dari semua bisnis online yang ia tekuni tersebut, Asri bisa meraup omzet sekitar Rp 300 juta padahal, dia hanya dibantu sekitar 13 karyawan.

Sepak terjangnya terus berkembang, pada tahun 2008 ia berhasil mendapatkan juara kedua ajang Wirausaha Muda Mandiri (WMM) tingkat nasional. "Pada awalnya saya tidak menyangka bakal menjadi juara, karena menurut saya bisnis yang saya tekuni itu tidak real semuanya online, tidak kelihatan secara kasat mata. Namun alhamdulilah saya bisa mendapatkan juara kedua." ujar Asri.

Keberhasilan di ajang wirausaha mandiri tersebut menjadi energi yang cukup besar. Sepulangnya dari sana, Asri dengan beberapa teman mendirikan sebuah perusahaan yang bernama AstaMediaGroup. Perusahaan ini bergerak di bidang internet marketing termasuk mendirikan sebuah Sekolah Blog pertama di Asia.

Bagaimana anda tertarik mengikuti jejak Asri Tadda?Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Kisah Blogger Sukses asal Indonesia, Penghasilan Ratusan Juta
Read More | comments (31)

Pengusaha Sukses Paling Muda di Dunia, Usia 15 Tahun

Written By Wawan Setiawan on Friday, December 7, 2012 | 9:18 PM

Friday, December 7, 2012

Siapakah Pengusaha Sukses Paling Muda di Dunia. Jawabannya adalah Fraser Doherty, Ia berusia 15 Tahun dan telah sukses mendirikan perusahaan Selai yang di beri Merk Superjam. Perjuangan untuk menggapai suksesnya tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Bahkan ia harus rela meninggalkan sekolah demi menekuni bsinis membuat Selai dengan neneknya.

Pada awalnya kisah sukses Pengusaha Muda ini bermula dari kecintaannya pada selai sejak umur 8 tahun. Pada waktu itu ia mulai membuat selai dengan tangannya sendiri. Seiring berjalannya waktu ia semakin cinta dengan selai dan berencana membuat selai paling nikmat di dunia.

Darisana ia mulai bisa menghasilkan uang dari hasil penjualan selainya dari tetangga dekat dan sangat cukup buat uang sakunya setiap hari. Sampai akhirnya terus berkembang dan ia mulai belajar secara serius dan tepatnya pada umur 14 tahun ia meminta izin ibunya bahwa ia keluar dari sekolah dan ingin menekuni bisnis pembuatan selai.

Banyak dari pembeli yang sangat suka akan selai buatannya dan beberapa dari mereka bahkan sudah menjadi pelanggan tetap. Mereka bilang bahwa selai buatan Doherty memiliki rasa yang berbeda dari orang lain dan rasanya cukup enak. Respon positif ini menjadi modal yang baik untuk Doherty.

Dan seiring perjalanan waktu, Doherty sering menerima pesanan yang cukup banyak. Dia pun kemudian mendirikan pabrik dan mempekerjakan sekitar 200 orang. Waktu terus berjalan dan usahanya semakin berkembang termasuk juga jumlah karyawan. Pada waktu itu usianya masih sangat muda yaitu 15 tahun.

Untuk terus memajukan usahanya ia meminjam uang dari Bank sebesar 5.000 poundsterling atau sekitar 9.000 dollar AS (Rp 86,4 juta). Dari sana ia semakin serius mengelola bisnis tersebut. Ia berencana ingin memproduksi tiga rasa selai, yaitu Blueberry & Blackcurrant, Rhubarb & Ginger dan Cranberry & Raspberry.

Tecso dengan 300 jaringan tokonya juga menawarkan kerja sama dengan Doherty untuk menjual Superjam. Dan dalam waktu beberapa tahun ia mendapat penghargaan dari majalah forbes sebagai Pengusaha Termuda baru Di Dunia. Ia mampu menembus angka penjualan 1,2juta dollar AS atau naik 60% dibandingkan 2007.

Perjalanan suksesnya memang luar biasa. Dengan ketekunan dan kegigihannya dalam mebuat selai yang berkualitas bahkan ia rela meninggalkan sekolah demi menekuni bisnisnya tersebut. Dan sampai pada ahirnya semua itu terbayar dengan apa yang ia dapatkan sekarang dengan uang mengalir jutaan dollar setiap bulan.

Fraser Doherty telah berhasil mendapatkan gelar Pengusaha Sukses Paling Muda di Dunia, Usia 15 Tahun. Bagaimana dengan anda??


Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Pengusaha Sukses Paling Muda di Dunia, Usia 15 Tahun
Read More | comments (1)

Kisah Pengusaha Sukses dari Modal Nol

Written By Wawan Setiawan on Tuesday, December 4, 2012 | 9:16 PM

Tuesday, December 4, 2012

Kisah Pengusaha Sukses dari Modal Nol - Pernahkah anda membayangkan seorang tukang sapu yang bekerja membersihkan jalanan dari sampah dan dedaunan. Atau pernahkah anda membayangkan seorang tukang kuli bangunan yang harus bekerja banting tulang menghadapi panasnya terik sinar matahari demi menafkahi keluarga. Tentu saja anda tidak pernah melirik orang seperti ini.

Tapi pernahkah anda berpikir orang seperti yang tersebut di atas kini menjadi seorang pengusaha sukses yang memiliki omset hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya. Mungkin anda akan terkagum-kagum atau cuma bisa melohok melihatnya.

Begitulah yang terjadi pada Tri Sumoono yang kini lewat perusahaan CV 3 Jaya, ia mengelola banyak cabang usaha, antara lain, produksi kopi jahe sachet merek Hootri, toko sembako, peternakan burung, serta pertanian padi dan jahe. Bisnis lainnya, penyediaan jasa pengadaan alat tulis kantor (ATK) ke berbagai perusahaan, serta menjadi franchise produk Ice Cream Campina.

Dari berbagai lini usahanya itu, ia bisa meraup omzet hingga Rp 500 juta per bulan. Pria kelahiran Gunung Kidul, 7 Mei 1973, ini mengaku tak pernah berpikir hidupnya bakal enak seperti sekarang. Terlebih ketika ia mengenang masa-masa awal kedatangannya ke Jakarta. Mulai merantau ke Jakarta pada 1993, pria yang hanya lulusan sekolah menengah atas (SMA) ini sama sekali tidak memiliki keahlian.

Ia nekat mengadu nasib ke Ibu Kota dengan hanya membawa tas berisi kaus dan ijazah SMA. Untuk bertahan hidup di Jakarta, ia pun tidak memilih-milih pekerjaan. Bahkan, pertama bekerja di Jakarta, Tri menjadi buruh bangunan di Ciledug, Jakarta Selatan. Namun, pekerjaan kasar itu tak lama dijalaninya. Tak lama menjadi kuli bangunan, Tri mendapat tawaran menjadi tukang sapu di kantor Kompas Gramedia di Palmerah, Jakarta Barat.

Tanpa pikir panjang, tawaran itu langsung diambilnya. "Pekerjaan sebagai tukang sapu lebih mudah ketimbang jadi buruh bangunan," jelasnya.Lantaran kinerjanya memuaskan, kariernya pun naik dari tukang sapu menjadi office boy. Dari situ, kariernya kembali menanjak menjadi tenaga pemasar dan juga penanggung jawab gudang.

Pada tahun 1995, ia mencoba mencari tambahan pendapatan dengan berjualan aksesori di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Saat itu, Tri sudah berkeluarga dengan dua orang anak. Selama empat tahun Tri Sumono berjualan produk-produk aksesori, seperti jepit rambut, kalung, dan gelang di Jakarta. Berbekal pengalaman dagang itu, tekadnya untuk terjun ke dunia bisnis semakin kuat. "Saya dagang aksesori seperti jepit rambut, kalung, dan gelang dengan modal Rp 100.000," jelasnya.

Setiap Sabtu-Minggu, Tri rutin menggelar lapak di Stadion Gelora Bung Karno. Dua tahun berjualan, modal dagangannya mulai terkumpul lumayan banyak. Dari sanalah ia kemudian berpikir bahwa berdagang ternyata lebih menjanjikan ketimbang menjadi karyawan dengan gaji pas-pasan. Makanya, pada tahun 1997, ia memutuskan mundur dari pekerjaannya dan fokus untuk berjualan.

Berbekal uang hasil jualan selama dua tahun di Gelora Bung Karno, Tri berhasil membeli sebuah kios di Mal Graha Cijantung. "Setelah pindah ke Cijantung, bisnis aksesori ini meningkat tajam," ujarnya.

Tahun 1999, ada seseorang yang menawar kios beserta usahanya dengan harga mahal. Mendapat tawaran menarik, Tri kemudian menjual kiosnya itu. Dari hasil penjualan kios ditambah tabungan selama ia berdagang, ia kemudian membeli sebuah rumah di Pondok Ungu, Bekasi Utara. Di tempat baru inilah, perjalanan bisnis Tri dimulai.

Pengalaman berjualan aksesori sangat berbekas bagi Tri Sumono. Ia pun merintis usaha toko sembako dan kontrakan. Sejak itu, naluri bisnisnya semakin kuat. Saat itu, ia langsung membidik usaha toko sembako. Ia melihat, peluang bisnis ini lumayan menjanjikan karena, ke depan, daerah tempatnya bermukim itu bakal berkembang dan ramai. "Tapi tahun 1999, waktu saya buka toko sembako itu masih sepi," ujarnya.

Namun, Tri tak kehabisan akal. Supaya kawasan tempatnya tinggal kian ramai, ia kemudian membangun sebanyak 10 rumah kontrakan dengan harga miring. Rumah kontrakan ini diperuntukkan bagi pedagang keliling, seperti penjual bakso, siomai, dan gorengan. Selain mendapat pemasukan baru dari usaha kontrakan, para pedagang itu juga menjadi pelanggan tetap toko sembakonya. "Cara itu ampuh dan banyak warga di luar Pondok Ungu mulai mengenal toko kami," ujarnya.

Seiring berjalannya waktu, naluri bisnisnya semakin kuat. Tahun 2006, Tri melihat peluang bisnis sari kelapa. Tertarik dengan peluang itu, ia memutuskan untuk mendalami proses pembuatan sari kelapa. Dari informasi yang didapatnya diketahui bahwa sari kelapa merupakan hasil fermentasi air kelapa oleh bakteri Acetobacter xylium. Untuk keperluan produksi sari kelapa ini, ia membeli bakteri dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bogor. "Tahap awal saya membuat 200 nampan sari kelapa," ujarnya.

Sari kelapa buatannya itu dipasarkan ke sejumlah perusahaan minuman. Beberapa perusahaan mau menampung sari kelapanya. Tetapi, itu tidak lama. Lantaran kualitas sari kelapa produksinya menurun, beberapa perusahaan tidak mau lagi membeli. Ia pun berhenti memproduksi dan memutuskan untuk belajar lagi.

Untuk meningkatkan kualitas sari kelapa, ia mencoba berguru ke seorang dosen Institut Pertanian Bogor (IPB). Mulanya, dosen itu enggan mengajarinya karena menilai Tri bakal kesulitan memahami bahasa ilmiah dalam pembuatan sari kelapa. "Tanpa sekolah, kamu sulit menjadi produsen sari kelapa," kata Tri menirukan ucapan dosen kala itu.

Namun, melihat keseriusan Tri, akhirnya sang dosen pun luluh dan mau memberikan les privat setiap hari Sabtu dan Minggu selama dua bulan. Setelah melalui serangkaian uji coba dengan hasil yang bagus, Tri pun melanjutkan kembali produksi sari kelapanya. Saat itu, ia langsung memproduksi 10.000 nampan atau senilai Rp 70 juta. Hasilnya lumayan memuaskan. Beberapa perusahaan bersedia menyerap produk sari kelapanya. Sejak itu, perjalanan bisnisnya terus berkembang dan maju.

Demikian kisah motivatif tentang Tri Sumono yang membuktikan bahwa dengan ketekunan dan kerja keras pasti bisa meraih setiap apa yang di impikan dan cita-citakan. Semoga kisah di atas bisa menjadi sebuah isnpirasi bagi kita semua.Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Kisah Pengusaha Sukses dari Modal Nol
Read More | comments (32)

Daftar 5 Orang Terkaya di Dunia

Written By Wawan Setiawan on Sunday, November 18, 2012 | 11:06 PM

Sunday, November 18, 2012

Daftar 5 Orang Terkaya di Dunia - Majalah forbes adalah salah satu media yang sering mengemukakan daftar orang terkaya di dunia setiap tahunnya. Dan pada tahun sekarang ini di urutan 5 besar masih dihuni oleh orang-orang seperti Carlos Slim Helu, Bill Gates, dan Warrent Buffet. Mereka adalah orang-orang luar biasa yang telah mencapai sukses secara finansial.

Ketekunan dan kerja keras yang ekstra mengantarkan orang-orang luar biasa ini menuju sebuah sukses yang sangat luar biasa. Kegigihannya bisa menjadikan sebuah teladan bagi kita semua. Mereka dan kita adalah sama manusia jadi intinya kita pun bisa seperti mereka, aminn ;-).

Berikut adalah Daftar 5 orang terkaya di Dunia versi majalah forbes :

1. Carlos Slim Helu, 72 tahun
Kekayaannya: US$ 69 miliar (Rp 634 triliun)
Perusahaan: Grupo Carso, Telmex, America Movil
Orang terkaya di Meksiko ini selama tiga tahun berturut-turut menduduki posisi nomor satu dalam peringkat Forbes. Kekayaannya hampir mencapai 6 persen dari pendapatan domestik Meksiko. Slim yang memiliki darah Lebanon mengumpulkan kekayaan lewat tiga perusahaannya, raksasa telekomunikasi Telmex dan American Movil--perusahaan ponsel ketiga terbesar dunia dari segi pelanggan--, dan Grupo Carso. Slim membangun konglomerasi dengan membeli perusahaan sakit.

2. Bill Gates, 55 tahun
Kekayaan: US$ 61 miliar (Rp 561 triliun)
Perusahaan: Microsoft dan Yayasan Bill & Melinda Gates
Pria yang drop out dari Harvard University ini tetap pada posisinya sebagai orang terkaya nomor 2 di dunia. Bill Gates kerap bersaing menjadi orang terkaya dengan Carlos Slim dan Waren Buffet. Kini Gates menikmati rumahnya di Medina, Washington, dan kehidupannya sebagai pendoro Yayasan Bill & Melinda Gates. Gates juga pernah dinobatkan sebagai orang paling berpengaruh di dunia versi Forbes.

3. Warren Buffett, 81 tahun
Kekayaan: US$ 44 miliar (Rp 404 triliun)
CEO Berkshire Hathaway ini memulai kariernya dengan menjual koran saat duduk di bangku SD. Saat ditawari oleh ayahnya ingin pelesir ke mana, Warren Buffet memilih ke Wall Street. Dia mengunjungi perusahaan yang saat dewasa dia akuisisi. Buffet sangat konservatif bermain saham. Dia rakus saat orang lain takut. Tapi sangat hati-hati saat pemain yang lain rakus. Rata-rata pertumbuhan pendapatannya dari saham sekitar 23 persen per tahun.

4. Bernard Arnault, 63 tahun
Kekayaannya: $ 41 miliar (Rp 377 triliun)
Komisaris Louis Vuitton Moet Hennessy (LVMH) ini menjadi orang terkaya di Prancis dan Eropa. Dia harus berterima kasih pada rekor peningkatan penjualan 22 persen setelah Louis Vuitton sukses merger dengan Bulgari.

5. Amancio Ortega, 75 tahun
Kekayaannya: US$ $37,5 miliar (Rp 344 triliun Pemilik perusahaan fashion Inditex ini menjadi orang terkaya di Spanyol. Dia adalah pemilik lini busana Zara. Dia juga terjun di bisnis perhotelan, klub sepak bola, dan balapan motor.

Demikian adalah informasi tentang orang-orang luar biasa yang hidup di bumi yang kita diami ini. Semoga bisa menjadi inspiraasi dan motivasi untuk terus bekerja dan belajar hingga seperti mereka-mereka yang disebut di atas. Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Daftar 5 Orang Terkaya di Dunia
Read More | comments (1)

Sukses di usia muda 18 tahun, Hamzah Izzulhaq

Written By Wawan Setiawan on Friday, November 9, 2012 | 9:06 PM

Friday, November 9, 2012

Pria kelahiran Jakarta, 26 April 1993 ini bernama Hamzah Izzulhaq. Ia adalah seorang pengusaha yang sukses di usia sangat muda. Jiwa enterpreneurnya sudah terbentuk sejak ia masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Pada waktu itu ia sudah menghasilkan uang sendiri lewat berdagang koran, petasan, klereng, menjadi tukang antar payung, dan tukang parkir.

Secara ekonomis Hamzah tidak berasal dari keluarga yang serba kekurangan, ayahnya adalah seorang dosen dan ibundanya adalah guru SMP. Namun karena kemauan kerasnya untuk hidup mandiri membuatnya mencari tambahan penghasilan sendiri bahkan ia bergaul dengan orang-orang yang tergolong kurang mampu demi mencari tambahan rupiah.

Menginjak SMA ia berbisnis pulsa dan sempat membuat sebuah konter dan yang mengoperasikan adalah teman-temannya. Namun bisnis ini hanya berjalan 3 bulan karena bisnisnya selalu mengalami kerugian. “Sampai sekarang pun etalase untuk menjual pulsa masih tersimpan di gudang rumah,” kenang Hamzah sambil tertawa sebagaimana ia ungkap di CiputraEntrepreneurship.com.

Kegagalan bisnis pulsa tidak membuat Hamzah putus asa, setelah beberapa lama ia melihat kembali sebuah peluang di lingkungan sekolah yang membutuhkan aksesoris stiker dan pin untuk berbagai kegiatan seperti pentas seni, acara OSIS, dan lainnya. Bermodalkan sisa tabungan dan sebagian dari uang ayahnya, ia pun membuka jasa pembuatan pin dan stiker. Pada awalnya bisnisnya berjalan lancar dan orderan semakin banyak namun karena dirinya tidak mengusai teknik dengan benar banyak produk yang gagal di buat. Ayah Hamzah sempat marah dengannya karena kerugian yang ia buat.

Dari berbagai kegagalan itu dia sering merenung sambil memotivasi diri sendiri dan mencari inspirasi dengan membaca buku-buku motivasi orang-orang sukses. Dari sana ia semakin bersemangat melakoni dunia bisnis. Hingga akhirnya dalam sebuah seminar Hamzah ditawari usaha franchise bimbingan belajar (bimbel) bernama Bintang Solusi Mandiri oleh salah seorang temannya yang berusia 23 tahun namun sudah memiliki 44 cabang.

Hamzah kemudian berminat dan di-take over dengan harga jual franchise sebesar Rp175 juta. Dengan hanya bermodalkan 5 juta rupiah, pria kelahiran Jakarta ini berusaha meloby ayahnya agar dipinjamkan uang. Setelah beberapa kali meloby ayah Hamzah mengijinkan dan kemudian meminjamkannya uang sebesar 70 juta rupiah yang tadinya akan ayahnya digunakan untuk membeli mobil.

“Saya meminjam Rp70 juta dari ayah yang seharusnya uang itu ingin dibelikan mobil. Saya lalu melobi rekan saya untuk membayar Rp75 juta dulu dan sisanya yang Rp100 juta dicicil dari keuntungan tiap semester. Alhamdulillah, permintaan saya dipenuhi,” kenang Hamzah.

Dari franchise bimbel itu, bisnisnya mulai berkembang. Beberapa bulan dan tahun ia lewati dan bisnisnya semakin berkembang. Kini, Hamzah telah memiliki 3 lisensi franchise bimbel dengan jumlah siswa diatas 200 orang tiap semester. Total omzet yang diperolehnya sebesar Rp360 juta/semester dengan nett profit sekitar Rp180 juta/semester.

Sukses mengelola bisnis franchise bimbelnya, Hamzah lalu melirik bisnis kerajinan SofaBed di area Tangerang. Dan terhitung sejak bulan Agustus lalu bisnis Hamzah resmi berbadan hukum dengan nama CV Hamasa Indonesia. Kini ia duduk sebagai direktur di perusahaannya tersebut dengan memperoleh pendapatan sebesar Rp100 juta per bulan.

"Saat ini saya sedang mencicil perlahan-lahan modal yang saya pinjam 2 tahun lalu dari ayah. Alhamdulillaah, berkat motivasi dan Pak Ci saya sudah bisa ke Singapore dan Malaysia dengan hasil uang kerja keras sendiri,” ujarnya.

Berkat kerja keras dan ketekunan yang Hamzah jalani akhirnya ia bisa Sukses di Usia Muda 18 Tahun. Dia juga masuk ke salah satu entreperneur muda seIndonesia. Menurutnya sukses di usia muda semua orang bisa asalkan bisa melewati tantangan-tantangan hidup dan kendala yang tidak boleh diremehkan.

Semoga Bisa menjadi inspirasi untuk kita semua.


Rating: 5 Reviewer:Wawan Setiawan - ItemReviewed: Sukses di usia muda 18 tahun, Hamzah Izzulhaq
Read More | comments (1)

About Me

My photo
Subang, Jawa Barat, Indonesia
 
Copyright © 2011. Sang Pemenang . All Rights Reserved.
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Template modify by Creating Website